TEGAL – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 19 Universitas Alma Ata (UAA) melaksanakan pendampingan digitalisasi UMKM bagi pelaku usaha di Kelurahan Pesurungan Kidul, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal. Program yang dilaksanakan melalui pendampingan langsung dari rumah ke rumah tersebut berfokus pada pemanfaatan Google Maps dan QRIS untuk membantu UMKM memperluas jangkauan pemasaran serta menyediakan layanan pembayaran non-tunai yang lebih praktis.

Dorong UMKM Beradaptasi dengan Teknologi Digital

Pesurungan Kidul memiliki beragam potensi ekonomi masyarakat, mulai dari usaha kuliner, warung kelontong, hingga industri kerajinan rumah tangga. Namun, sebagian pelaku usaha masih mengandalkan pola pemasaran konvensional dan transaksi tunai dalam menjalankan usahanya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan bagi UMKM dalam mengikuti perubahan perilaku masyarakat yang semakin memanfaatkan teknologi digital. Ketiadaan informasi lokasi usaha pada platform digital serta terbatasnya pilihan pembayaran non-tunai dapat membuat usaha lokal kurang mudah ditemukan dan diakses oleh calon konsumen.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN-T 19 UAA mengambil langkah dengan memberikan pendampingan secara langsung kepada para pelaku UMKM di wilayah Pesurungan Kidul.

Bantu UMKM Hadir di Google Maps

Salah satu fokus kegiatan adalah membantu pelaku UMKM mendaftarkan lokasi usahanya ke Google Maps. Mahasiswa mendampingi proses pemetaan titik lokasi agar tempat usaha dapat ditemukan dengan lebih mudah melalui pencarian digital.

Informasi usaha yang dicantumkan meliputi nama toko, kategori bisnis, lokasi, jam operasional, foto produk, serta nomor kontak bisnis. Kelengkapan informasi tersebut diharapkan dapat membantu calon konsumen memperoleh informasi mengenai usaha sebelum berkunjung secara langsung.

Kehadiran usaha di Google Maps juga menjadi langkah sederhana bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan visibilitas usaha di tengah kebiasaan masyarakat yang semakin mengandalkan internet dalam mencari produk maupun tempat usaha.

Kenalkan Pembayaran Digital melalui QRIS

Selain digitalisasi lokasi usaha, KKN-T 19 UAA turut memberikan pendampingan dalam pemanfaatan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai metode pembayaran non-tunai.

Mahasiswa membantu pelaku usaha mulai dari persiapan berkas, proses pendaftaran, hingga pengujian transaksi secara langsung. Para pedagang juga diberikan pemahaman mengenai cara memeriksa notifikasi transaksi melalui perangkat seluler dan mencatat arus kas secara digital.

Aspek keamanan transaksi turut menjadi bagian dari pendampingan. Pelaku UMKM diberikan pemahaman mengenai pentingnya memastikan transaksi berhasil dan memeriksa penerimaan pembayaran untuk menghindari kesalahan maupun potensi penyalahgunaan.

UMKM Sambut Positif Pendampingan

Program digitalisasi tersebut mendapat sambutan positif dari para pelaku UMKM di Kelurahan Pesurungan Kidul. Pendampingan yang diberikan mahasiswa membantu pelaku usaha memahami pemanfaatan teknologi secara langsung sesuai dengan kebutuhan kegiatan usaha mereka.

Dengan lokasi usaha yang lebih mudah ditemukan secara digital dan tersedianya pilihan pembayaran non-tunai, pelaku UMKM diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih praktis kepada pelanggan sekaligus memperluas peluang pemasaran.

Langkah Menuju UMKM yang Lebih Adaptif

Melalui program ini, KKN-T 19 Universitas Alma Ata berupaya mendorong pelaku UMKM Pesurungan Kidul agar semakin terbuka terhadap pemanfaatan teknologi dalam kegiatan usaha. Digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan pemasaran, tetapi juga dapat diterapkan pada aspek transaksi dan pengelolaan usaha.

Pendampingan Google Maps dan QRIS menjadi langkah awal untuk membantu UMKM beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital. Ke depan, pemanfaatan fasilitas tersebut diharapkan dapat terus dilakukan secara mandiri sehingga usaha masyarakat Pesurungan Kidul semakin dikenal, mudah diakses, dan memiliki daya saing yang lebih baik.