KENDAL – Mahasiswa KKN-T Universitas Alma Ata Yogyakarta Desa Protomulyo menggelar sosialisasi mengenai bahaya pergaulan tidak sehat kepada siswa kelas XII MA NU 04 Al-Ma’arif Boja, Kabupaten Kendal, pada Sabtu (5/9/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran remaja mengenai pentingnya menjaga diri, memilih lingkungan pertemanan, dan membangun pola pergaulan yang positif.
Kenali Risiko Pergaulan pada Masa Remaja
Masa remaja merupakan periode penting dalam perkembangan individu. Pada tahap ini, rasa ingin tahu yang tinggi dan pengaruh lingkungan dapat memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan.
Melalui kegiatan sosialisasi, mahasiswa KKN-T mengajak siswa memahami pengertian pergaulan bebas, berbagai faktor yang dapat memengaruhi perilaku remaja, serta dampak yang dapat muncul ketika seseorang tidak mampu memilih lingkungan pergaulan secara bijak.
Mahasiswa juga mengajak siswa menyadari bahwa lingkungan pertemanan dapat memberikan pengaruh terhadap pembentukan karakter dan pilihan yang diambil dalam kehidupan sehari-hari.
Waspadai Pengaruh Lingkungan dan Media Sosial
Dalam penyampaian materi, mahasiswa KKN-T turut membahas sejumlah faktor yang dapat memengaruhi perilaku remaja, mulai dari lingkungan pertemanan, penggunaan media sosial, hingga keinginan untuk mengikuti tren.
Siswa diajak untuk tidak sekadar mengikuti tekanan lingkungan, tetapi mampu mempertimbangkan konsekuensi sebelum mengambil keputusan. Kemampuan berpikir kritis menjadi penting agar remaja dapat membedakan pengaruh yang positif dan negatif dalam pergaulan.
Materi juga membahas sejumlah risiko dari pergaulan yang tidak sehat, seperti perilaku seksual berisiko, penyalahgunaan zat, kekerasan, serta berbagai tindakan yang dapat mengganggu pendidikan dan masa depan remaja.
Bangun Pergaulan yang Sehat dan Positif
Tidak hanya membahas risiko, mahasiswa KKN-T juga memberikan pemahaman mengenai cara membangun lingkungan pergaulan yang sehat. Siswa diajak untuk memilih teman secara bijak dan membangun hubungan yang saling menghargai.
Para siswa juga didorong untuk berani mengatakan tidak terhadap ajakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Menjaga batasan dalam berinteraksi serta menggunakan waktu untuk kegiatan positif menjadi bagian dari langkah yang dapat dilakukan remaja untuk menjaga diri.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan suasana yang mendapat antusiasme dari para siswa. Penyampaian materi diarahkan agar siswa tidak hanya memahami informasi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Bekal Menghadapi Kehidupan Setelah Sekolah
Edukasi mengenai pergaulan sehat menjadi semakin relevan bagi siswa kelas XII yang akan memasuki lingkungan baru setelah menyelesaikan pendidikan menengah. Sebagian siswa akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sementara lainnya mungkin mulai memasuki dunia kerja.
Perubahan lingkungan tersebut membuat kemampuan mengambil keputusan secara mandiri dan bertanggung jawab menjadi penting. Pemahaman mengenai cara memilih lingkungan pertemanan diharapkan dapat membantu siswa lebih siap menghadapi berbagai situasi sosial di masa mendatang.
Dorong Generasi Muda Menjaga Masa Depan
Melalui sosialisasi tersebut, KKN-T Universitas Alma Ata Desa Protomulyo berupaya memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesadaran remaja mengenai pentingnya menjaga diri dan menentukan arah pergaulan.
Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa dapat dilakukan melalui edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda. Kolaborasi antara mahasiswa dan pihak sekolah diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang membantu siswa tumbuh menjadi pribadi yang sehat, bertanggung jawab, dan mampu mengambil keputusan secara bijak.
Dengan memahami risiko pergaulan yang tidak sehat dan mengetahui cara membangun hubungan sosial yang positif, siswa diharapkan tidak hanya mampu mengikuti perkembangan lingkungan, tetapi juga berani menentukan pilihan yang mendukung pendidikan, prestasi, dan masa depan mereka.