BREBES – Sebanyak 85 mahasiswa Universitas Alma Ata (UAA) diterjunkan ke delapan desa dan kelurahan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 5 Kantor Bupati Brebes tersebut mengusung tema “Membangun Generasi Muda Bebas PTM: Integrasi Edukasi Kesehatan, Inovasi Pendidikan, serta Kemandirian Ekonomi dan Bisnis Kreatif Berbasis Potensi Daerah” dengan fokus pada pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM), pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
Penyerahan mahasiswa KKNT Universitas Alma Ata disambut jajaran Pemerintah Kabupaten Brebes. Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes Dr. Tahroni, M.Pd., Kepala Kesbangpol Kabupaten Brebes Cecep Aji Suganda, A.P., M.Si., Kepala Baperida Kabupaten Brebes Dra. Tety Yuliana, M.Pd., serta Camat Kabupaten Brebes Asip Fauzan, S.H., S.IP.
Pelaksanaan KKNT menjadi bagian dari upaya Universitas Alma Ata untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan sebagai bagian dari proses akademik, tetapi juga diharapkan mampu berkolaborasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan, serta masyarakat untuk menghadirkan program yang memberikan manfaat berkelanjutan.
Universitas Alma Ata Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat
Rektor Universitas Alma Ata Prof. Dr. KH. Hamam Hadi, MS., Sc.D., Sp.GK. mengatakan, KKN merupakan salah satu bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat harus mampu memberikan kontribusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi daerah. Program KKNT juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan secara langsung sesuai kebutuhan masyarakat.
“Program KKN merupakan bagian penting dari pengabdian kepada masyarakat. Universitas Alma Ata sudah kesekian kalinya menerjunkan mahasiswa di wilayah Brebes untuk menjalankan KKNT. Komitmen ini menunjukkan bahwa UAA memiliki peran dalam membantu mengatasi berbagai persoalan yang ada di daerah,” ujar Prof. Hamam Hadi.
Ia berharap mahasiswa dapat membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak selama menjalankan kegiatan di lokasi KKNT. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar program yang dirancang mahasiswa tidak sekadar menjadi kegiatan sementara, tetapi dapat memberikan dampak yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Program KKNT Disinergikan dengan Pembangunan Brebes
Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes Dr. Tahroni, M.Pd. menyambut baik pelaksanaan KKNT Universitas Alma Ata di wilayah Brebes. Menurutnya, keberadaan mahasiswa dari perguruan tinggi dapat menjadi bagian dari upaya mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah di tingkat masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Brebes berharap program yang dibawa mahasiswa dapat diselaraskan dengan program pemerintah kabupaten serta kegiatan yang telah berjalan di desa dan kelurahan.
“Keberadaan mahasiswa KKN diharapkan dapat bersinergi dengan program-program yang ada di Kabupaten Brebes maupun di desa dan kelurahan. Dengan kolaborasi tersebut, program mahasiswa dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Sinergi tersebut menjadi semakin relevan karena tema KKNT Universitas Alma Ata mencakup sejumlah sektor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan, kewirausahaan, hingga pengembangan bisnis kreatif.
Potensi UMKM Brebes Jadi Ruang Inovasi Mahasiswa
Kepala Baperida Kabupaten Brebes Dra. Tety Yuliana, M.Pd., yang hadir mewakili Bupati Brebes, menyampaikan bahwa Brebes memiliki potensi sumber daya alam dan ekonomi yang dapat terus dikembangkan.
Brebes dikenal sebagai salah satu daerah penghasil bawang merah atau brambang. Selain itu, telur asin juga menjadi salah satu produk unggulan yang telah melekat dengan identitas ekonomi daerah.
Potensi tersebut dapat menjadi ruang bagi mahasiswa KKNT Universitas Alma Ata untuk menghadirkan berbagai inovasi. Pengembangan UMKM, pemasaran produk, pendidikan kewirausahaan, hingga bisnis kreatif berbasis potensi daerah menjadi sejumlah bidang yang dapat dikembangkan selama pelaksanaan pengabdian.
“Mahasiswa diharapkan mampu memberikan inovasi bagi UMKM yang ada di daerah sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan turut menekan angka kemiskinan,” ujar Tety Yuliana.
Keterlibatan mahasiswa diharapkan tidak hanya berfokus pada proses produksi. Pendampingan dapat dikembangkan melalui edukasi kewirausahaan, strategi pemasaran, penguatan inovasi produk, serta pemanfaatan potensi lokal yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat di masing-masing wilayah.
KKNT Universitas Alma Ata Fokus pada Edukasi dan Pencegahan PTM
Selain penguatan ekonomi, bidang kesehatan menjadi salah satu fokus utama KKNT Universitas Alma Ata di Kabupaten Brebes. Program tersebut diarahkan pada edukasi dan pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat.
Mahasiswa diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat serta pencegahan berbagai faktor risiko PTM sejak dini. Edukasi kesehatan juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda agar lebih memperhatikan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan kesehatan tersebut dipadukan dengan inovasi pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan, program KKNT diharapkan mampu memberikan kontribusi multidisipliner sesuai kebutuhan masyarakat.
Program tersebut juga diharapkan dapat mendukung berbagai upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, termasuk mendukung langkah-langkah penurunan angka stunting di Kabupaten Brebes.
85 Mahasiswa Ditempatkan di Delapan Wilayah
Sebanyak 85 mahasiswa Universitas Alma Ata ditempatkan di delapan wilayah di Kabupaten Brebes. Setiap kelompok mahasiswa mendapatkan pendampingan dari dosen pembimbing lapangan selama menjalankan program KKNT.
Rincian penempatan mahasiswa tersebut meliputi:
- Pasarbatang: 10 mahasiswa, terdiri atas dua laki-laki dan delapan perempuan, dengan dosen pembimbing Ismanto, S.Pd., M.Pd.
- Limbangan Kulon: 10 mahasiswa, terdiri atas dua laki-laki dan delapan perempuan, dengan dosen pembimbing Anik, S.E.Sy., M.E.
- Padasugih: 10 mahasiswa, terdiri atas dua laki-laki dan delapan perempuan, dengan dosen pembimbing lapangan Ryan Salfarino, S.TP., M.Sc.
- Pagejugan: 11 mahasiswa, terdiri atas dua laki-laki dan sembilan perempuan, dengan dosen pembimbing Dr. Kana Safrina Rauzi, M.Si.
- Banjaranyar: 11 mahasiswa, terdiri atas dua laki-laki dan sembilan perempuan, dengan dosen pembimbing apt. Ari Widhiarso, M.Farm.
- Kedunguter: 11 mahasiswa, terdiri atas dua laki-laki dan sembilan perempuan, dengan dosen pembimbing Isti Chana Zuliyati, S.ST., M.Keb.
- Wangandalem: 11 mahasiswa, terdiri atas dua laki-laki dan sembilan perempuan, dengan dosen pembimbing Dimas Wibisono, S.E., M.B.A.
- Krasak: 11 mahasiswa, terdiri atas dua laki-laki dan sembilan perempuan, dengan dosen pembimbing lapangan Ika Tri Susilowati, M.Pd.
Penempatan tersebut diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih dekat antara mahasiswa Universitas Alma Ata dengan pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan, serta masyarakat.
Dorong Program yang Berkelanjutan
Pelaksanaan KKNT Universitas Alma Ata di Brebes tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan kegiatan selama mahasiswa berada di lokasi. Program yang dijalankan diharapkan memiliki keberlanjutan sehingga masyarakat dapat meneruskan dan mengembangkan manfaat yang telah diberikan setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.
Melalui tema “Membangun Generasi Muda Bebas PTM”, mahasiswa diarahkan untuk berkontribusi pada berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, kewirausahaan, hingga pengembangan potensi daerah. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
Universitas Alma Ata juga terus menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran perguruan tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui pelaksanaan KKNT di Kabupaten Brebes, kontribusi mahasiswa diharapkan dapat memberikan dampak nyata sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih sehat, berdaya, dan mandiri.