BREBES – Mahasiswa KKN-T Kelompok 32 Universitas Alma Ata memberikan edukasi mengenai anti-bullying kepada 44 siswa kelas 4 dan 5 SDN Krasak 2, Desa Krasak, Kabupaten Brebes, pada Jumat (4/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program kerja KKN-T 32 di tingkat sekolah dasar yang bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bullying serta mendorong sikap saling menghargai di lingkungan sekolah.
Kenalkan Bullying dengan Bahasa Sederhana
Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan antara mahasiswa KKN-T dan para siswa untuk menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman. Setelah itu, mahasiswa menyampaikan materi mengenai pengertian bullying menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
Materi juga mencakup berbagai jenis bullying yang perlu dikenali oleh siswa. Penyampaian materi dibuat interaktif melalui kuis sehingga siswa dapat mengikuti kegiatan dengan lebih aktif dan memahami materi melalui cara yang menyenangkan.
Pesan Moral Melalui Video Pembelajaran
Salah satu bagian yang menarik perhatian siswa adalah pemutaran video pembelajaran yang mengangkat pesan moral mengenai bullying. Tayangan tersebut menjadi media bagi mahasiswa untuk membantu siswa memahami dampak dari tindakan bullying dan pentingnya memperlakukan orang lain dengan baik.
Suasana kegiatan menjadi lebih emosional ketika sejumlah siswa terlihat terharu setelah menyaksikan tayangan tersebut. Momen tersebut menunjukkan bahwa edukasi mengenai bullying tidak hanya disampaikan melalui materi, tetapi juga melalui media yang dapat mengajak siswa memahami persoalan dari sisi emosional.
Dorong Siswa Berani Bersikap
Melalui kegiatan tersebut, KKN-T 32 Universitas Alma Ata berharap siswa SDN Krasak 2 dapat semakin memahami bentuk dan dampak bullying. Siswa juga diharapkan berani bersikap ketika melihat atau mengalami tindakan bullying serta mampu membangun hubungan yang dilandasi kepedulian dan saling menghargai.
Rangkaian edukasi kemudian ditutup dengan pembagian snack dan foto bersama antara mahasiswa KKN-T dan para siswa. Kegiatan ini diharapkan menjadi pengalaman positif sekaligus bekal bagi siswa untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan bebas dari bullying.