BREBES – Mahasiswa KKN-T Kelompok 27 Universitas Alma Ata memberikan edukasi mengenai Penyakit Tidak Menular (PTM) kepada siswa MAS Asy-Syafi’iyyah Jatibarang, Kabupaten Brebes, pada Senin (31/8/2026). Kegiatan yang dilaksanakan sebagai bagian dari program pengabdian di Desa Padasugih tersebut meliputi skrining kesehatan sederhana dan edukasi mengenai obesitas, diabetes, serta pentingnya menerapkan pola hidup sehat sejak usia remaja.

Kenalkan Risiko PTM Sejak Usia Sekolah

Kegiatan edukasi dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa KKN-T 27 terhadap pentingnya meningkatkan literasi kesehatan sejak usia sekolah. PTM tidak hanya perlu diperhatikan ketika seseorang memasuki usia dewasa, karena berbagai kebiasaan yang berkaitan dengan pola makan dan aktivitas fisik dapat mulai terbentuk sejak masa remaja.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pengertian PTM, faktor risiko, serta kebiasaan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan. Siswa juga diajak memahami pentingnya mengenali kondisi tubuh dan mulai menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Edukasi Obesitas dan Diabetes

Salah satu materi utama yang disampaikan adalah mengenai obesitas dan diabetes. Mahasiswa menjelaskan bahwa pola makan yang tidak seimbang, kurangnya aktivitas fisik, serta kebiasaan hidup kurang sehat dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.

Para siswa kemudian diajak memperhatikan pola konsumsi sehari-hari dengan membiasakan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak buah dan sayuran, serta membatasi makanan dan minuman yang tinggi gula, garam, dan lemak.

Selain pola makan, mahasiswa juga menekankan pentingnya aktivitas fisik secara rutin. Kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki dan berolahraga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kebugaran. Siswa juga diingatkan untuk menghindari kebiasaan duduk terlalu lama dan tetap aktif dalam keseharian.

Dilengkapi Skrining Kesehatan Sederhana

Selain mendapatkan materi edukasi, siswa mengikuti skrining kesehatan sederhana. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk membantu siswa mengenali kondisi kesehatan tubuh sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pemantauan kesehatan.

Mahasiswa menjelaskan bahwa skrining bukan merupakan pengganti pemeriksaan atau diagnosis oleh tenaga kesehatan. Apabila terdapat hasil yang perlu diperhatikan, siswa dianjurkan untuk menyampaikan kepada orang tua, guru, atau berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Dengan menggabungkan edukasi dan skrining, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga diajak untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan diri sendiri.

Bangun Kebiasaan Sehat Sejak Dini

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-T 27 Universitas Alma Ata berharap siswa MAS Asy-Syafi’iyyah Jatibarang semakin memahami pentingnya pencegahan PTM sejak usia muda.

Kesadaran untuk menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik, dan mengenali faktor risiko kesehatan diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa dalam membangun kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi KKN-T 27 Universitas Alma Ata dalam memberikan edukasi yang relevan bagi masyarakat, khususnya lingkungan sekolah. Melalui kolaborasi dengan pihak sekolah, mahasiswa berupaya mendorong generasi muda agar lebih peduli terhadap kesehatan dan mampu menerapkan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.