BANTUL – Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Alma Ata melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat BALE AMOR CERIA: Pemberdayaan Caregiver dan Lansia Berdaya melalui Layanan Terintegrasi Berbasis Bale Amor di Kalurahan Guwosari, Bantul, pada 1 Agustus 2026. Kegiatan yang melibatkan dosen, mahasiswa, lansia, dan caregiver tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemandirian serta produktivitas lansia melalui pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui pelatihan pembuatan telur asin dengan inovasi cita rasa bawang.
Mendorong Lansia Tetap Aktif dan Produktif
Program BALE AMOR CERIA dikembangkan sebagai upaya pemberdayaan lansia dan caregiver melalui layanan yang terintegrasi dengan memanfaatkan potensi masyarakat. Program ini tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga mendorong lansia agar tetap aktif, produktif, dan memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan sesuai kemampuan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim dosen Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Alma Ata yang terdiri atas Brune Indah Yulitasari, S.Kep., Ns., MNS, Dr. Anafrin Yugistyowati, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.An, dan Tri Rochmadi, S.Kom., M.Kom. Pelaksanaan program turut didukung oleh tiga mahasiswa yang terlibat dalam berbagai rangkaian kegiatan.
Brune Indah Yulitasari menjelaskan bahwa meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia menjadi tantangan sekaligus peluang untuk membangun lingkungan masyarakat yang lebih inklusif. Menurutnya, lansia tidak seharusnya selalu ditempatkan sebagai kelompok yang bergantung kepada keluarga.
“Pemberdayaan lansia perlu disesuaikan dengan kebutuhan sekaligus potensi yang mereka miliki. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa lansia tetap mempunyai kesempatan untuk belajar, berkarya, dan menghasilkan sesuatu yang memiliki manfaat maupun nilai ekonomi,” ujarnya.
Pelatihan Telur Asin dengan Cita Rasa Bawang
Salah satu kegiatan utama dalam BALE AMOR CERIA adalah pelatihan pembuatan telur asin dengan inovasi cita rasa bawang. Kegiatan ini memberikan pengalaman baru sekaligus menjadi sarana bagi lansia untuk melakukan aktivitas produktif.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai tahapan pembuatan telur asin. Peserta juga diperkenalkan dengan pengembangan variasi rasa melalui penambahan cita rasa bawang sebagai bentuk inovasi produk.
Setelah memperoleh penjelasan, peserta kemudian mengikuti proses pembuatan secara langsung. Keterlibatan tersebut membuat kegiatan berlangsung secara aktif dan interaktif karena lansia tidak hanya menerima materi, tetapi juga turut mempraktikkan keterampilan yang diberikan.
Inovasi sederhana ini diharapkan dapat membuka peluang bagi lansia untuk mengembangkan kegiatan produktif yang dapat dilakukan sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing. Selain menjaga keterlibatan lansia dalam aktivitas sosial, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk meningkatkan kepercayaan diri dan mendorong mereka agar tetap berkarya.
Penguatan Peran Caregiver
Pemberdayaan dalam BALE AMOR CERIA tidak hanya ditujukan kepada lansia. Caregiver juga menjadi bagian penting dalam program karena memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas hidup lansia.
Dalam kehidupan sehari-hari, keluarga dan caregiver menjadi pihak yang banyak memberikan dukungan kepada lansia, terutama bagi mereka yang mengalami keterbatasan fisik maupun hidup dengan penyakit kronis. Karena itu, peningkatan kapasitas caregiver menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam program tersebut.
Seorang caregiver membutuhkan pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan pendampingan. Di sisi lain, mereka juga perlu mendapatkan dukungan agar dapat menjalankan tanggung jawab secara optimal tanpa mengabaikan kondisi serta kesejahteraan dirinya sendiri.
Melalui pendekatan tersebut, BALE AMOR CERIA berupaya membangun hubungan yang saling mendukung antara lansia, keluarga, dan caregiver. Pemberdayaan tidak hanya diarahkan agar lansia menjadi lebih mandiri, tetapi juga agar lingkungan terdekat memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memberikan pendampingan.
Membangun Model Pemberdayaan Berbasis Komunitas
BALE AMOR CERIA diharapkan dapat menjadi salah satu pendekatan dalam menghadapi perubahan demografi yang ditandai dengan meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia. Kondisi tersebut tidak hanya dipandang sebagai persoalan atau beban sosial, tetapi juga sebagai peluang untuk mengembangkan potensi lansia sebagai bagian dari kekuatan masyarakat.
Keberlanjutan program diharapkan mampu menjadikan BALE AMOR CERIA sebagai model pemberdayaan lansia dan caregiver berbasis komunitas. Untuk mewujudkannya, diperlukan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, masyarakat, keluarga, caregiver, dan lansia.
Kolaborasi berbagai pihak tersebut menjadi penting untuk menciptakan lingkungan yang semakin ramah terhadap lansia. Dengan dukungan yang tepat, lansia dapat tetap memiliki ruang untuk belajar, berinteraksi, mengembangkan keterampilan, dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Lansia Tetap Memiliki Ruang untuk Berkarya
Pelatihan pembuatan telur asin dengan cita rasa bawang membawa pesan yang lebih luas bahwa bertambahnya usia bukan berarti berakhirnya kesempatan untuk belajar dan menjadi produktif.
Lansia tetap memiliki kemampuan untuk beradaptasi, mengembangkan keterampilan, menghasilkan karya, serta memberikan kontribusi bagi keluarga dan lingkungan. Sementara itu, penguatan kapasitas caregiver dapat membantu menciptakan sistem pendampingan yang lebih baik bagi kehidupan lansia.
Melalui BALE AMOR CERIA, pemberdayaan lansia dan caregiver diharapkan dapat terus berkembang sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang sehat, mandiri, produktif, dan berdaya.