KENDAL – Sebanyak 36 siswa kelas IV SDN Darupono, Kendal, mengikuti edukasi dan praktik literasi keuangan sederhana melalui program kerja mahasiswa KKN-T Universitas Alma Ata pada Kamis (27/8/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut mengusung tema “Edukasi dan Praktik Literasi Keuangan Sederhana dan Menabung Sejak Dini” dengan mengajak siswa memahami pengelolaan uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mulai membangun kebiasaan menabung melalui praktik langsung.
Kenalkan Literasi Keuangan melalui Cara Sederhana
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai literasi keuangan sederhana. Mahasiswa KKN-T memperkenalkan konsep dasar pengelolaan uang yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, termasuk cara membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menyisihkan sebagian uang untuk ditabung. Materi tersebut kemudian dikemas secara interaktif melalui kuis digital yang berisi pertanyaan seputar kebiasaan menggunakan dan menyimpan uang.
Suasana pembelajaran menjadi lebih hidup ketika siswa berlomba menjawab pertanyaan yang diberikan. Pendekatan interaktif tersebut membuat siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.
Siswa Praktik Menabung Menggunakan Celengan
Setelah mendapatkan pemahaman dasar, siswa diajak menerapkan materi melalui praktik. Mahasiswa membagikan celengan berbahan kaleng kepada setiap siswa sebagai media untuk memulai kebiasaan menabung.
Pembagian celengan tersebut menjadi bagian dari upaya mengubah pemahaman mengenai literasi keuangan menjadi tindakan nyata. Siswa kemudian diberikan selembar kertas bertuliskan “Menabung untuk Apa?” untuk menentukan tujuan tabungan masing-masing.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak memahami bahwa menabung akan lebih bermakna ketika memiliki tujuan yang jelas. Tujuan sederhana seperti membeli perlengkapan sekolah, buku, memberikan hadiah kepada orang tua, atau memenuhi kebutuhan tertentu dapat menjadi motivasi bagi anak untuk menyisihkan uang.
Belajar Menabung melalui Pengalaman Langsung
Metode pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan tersebut menggabungkan edukasi dengan pengalaman langsung. Siswa tidak hanya memperoleh materi mengenai pengelolaan uang, tetapi juga langsung mempraktikkannya melalui penggunaan celengan dan penentuan tujuan menabung.
Pendekatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan siswa. Kebiasaan menyisihkan uang, menentukan prioritas, dan membedakan kebutuhan dengan keinginan diharapkan dapat menjadi dasar bagi siswa dalam membangun perilaku keuangan yang lebih bertanggung jawab.
Literasi keuangan pada usia sekolah juga penting untuk membentuk kebiasaan sejak dini. Pemahaman mengenai cara mengelola uang akan semakin bermanfaat apabila diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme Siswa Warnai Kegiatan
Antusiasme siswa terlihat sepanjang rangkaian kegiatan. Mereka aktif mengikuti kuis digital, menjawab pertanyaan mahasiswa, serta menunjukkan rasa ingin tahu ketika menerima celengan dan menentukan tujuan tabungan masing-masing.
Salah satu siswa yang diwawancarai setelah kegiatan mengaku mendapatkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus terdorong untuk mulai menabung.
“Kegiatannya sangat seru dan kakak-kakaknya asik, aku jadi semangat nabung,” ujarnya.
Respons tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa edukasi literasi keuangan dapat disampaikan melalui pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah.
Penggunaan kuis digital, celengan sebagai media praktik, serta aktivitas menentukan tujuan menabung membuat siswa terlibat secara langsung selama pembelajaran.
Tanamkan Kebiasaan Finansial Sejak Dini
Melalui program “Edukasi dan Praktik Literasi Keuangan Sederhana dan Menabung Sejak Dini”, mahasiswa KKN-T Universitas Alma Ata berupaya menanamkan pemahaman bahwa kemampuan mengelola uang dapat dipelajari sejak usia sekolah.
Kebiasaan sederhana yang dimulai sejak dini diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk lebih bijak dalam membedakan kebutuhan dan keinginan, mengatur penggunaan uang, serta membangun kebiasaan menabung secara konsisten.
Lebih dari sekadar mengumpulkan uang, kegiatan tersebut mengajak siswa belajar memiliki tujuan, mengendalikan keinginan, dan bertanggung jawab terhadap pilihan mereka. Dengan pembiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan, literasi keuangan diharapkan dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari siswa.