Tim 16 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Alma Ata turut mendukung pelayanan Posyandu Pos 5 Desa Sukomulyo pada Sabtu, 15 Agustus 2026, bersamaan dengan pelaksanaan program kerja Senam Lansia. Kegiatan yang melibatkan 11 mahasiswa lintas fakultas, kader Posyandu, dan masyarakat tersebut dilakukan untuk membantu proses pelayanan serta pendataan sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mendukung kesehatan masyarakat di Desa Sukomulyo.

Mahasiswa Terlibat dalam Pelayanan Posyandu

Keterlibatan Tim 16 KKNT UAA dalam kegiatan Posyandu merupakan inisiatif mahasiswa sebagai bentuk kepedulian terhadap kegiatan masyarakat yang telah rutin dilaksanakan di Desa Sukomulyo. Inisiatif tersebut juga mendapat dukungan dan arahan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Lia Dian Ayuningrum, S.ST., M.Tr.Keb.

DPL mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjalankan program kerja yang telah direncanakan, tetapi juga aktif mengambil bagian dalam berbagai kegiatan masyarakat. Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa dapat memberikan kontribusi sesuai kebutuhan warga sekaligus memperoleh pengalaman langsung mengenai pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

Kegiatan Posyandu dikoordinasikan oleh Linda Dwi Wulandari dan Wahid Abdul Aziz selaku penanggung jawab. Sebanyak 11 mahasiswa dari berbagai bidang, yakni kesehatan, pendidikan, dan ekonomi, bekerja sama dengan kader Posyandu dalam membantu pelayanan, pendataan, serta berinteraksi secara langsung dengan masyarakat.

Posyandu Berperan dalam Pemantauan Kesehatan

Ibu Susi Yuliana selaku Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa Sukomulyo menjelaskan bahwa Posyandu memiliki peran penting dalam memantau kesehatan dan tumbuh kembang anak. Hasil pemeriksaan kemudian dicatat melalui sistem E-PPGBM untuk diteruskan ke tingkat kecamatan sebagai bagian dari proses pemantauan pertumbuhan dan deteksi risiko stunting.

Selain pemantauan tumbuh kembang anak, Desa Sukomulyo mulai menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP). Melalui sistem tersebut, pelayanan Posyandu mencakup seluruh siklus kehidupan masyarakat, mulai dari ibu hamil hingga lansia.

Posyandu juga menyediakan pemberian vitamin A dan obat cacing secara berkala. Desa Sukomulyo memiliki delapan Posyandu yang pelaksanaannya dilakukan secara bergantian setiap bulan dengan sistem rolling kader. Pelaksanaan kegiatan juga didukung melalui pelatihan rutin bagi para kader.

Perkuat Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat

Bagi Tim 16 KKNT UAA, keterlibatan dalam kegiatan Posyandu menjadi kesempatan untuk mempelajari secara langsung mekanisme pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Pengalaman tersebut juga melatih kemampuan komunikasi, koordinasi, dan kerja sama mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan.

Di sisi lain, kehadiran mahasiswa diharapkan dapat membantu kader dalam proses pelayanan dan pendataan sehingga kegiatan Posyandu dapat berjalan lebih optimal. Interaksi langsung dengan warga juga menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang lebih dekat selama pelaksanaan KKNT.

Melalui sinergi antara mahasiswa, dosen, kader, dan masyarakat, Tim 16 KKNT Universitas Alma Ata berupaya memberikan kontribusi terhadap kegiatan kesehatan yang telah berjalan di Desa Sukomulyo. Keterlibatan tersebut sekaligus menjadi wujud pengabdian mahasiswa melalui dukungan terhadap pelayanan masyarakat di tingkat desa.