Mahasiswa KKN-T Kelompok 10 Universitas Alma Ata melaksanakan program pelepasan bibit lele di kolam Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jerukgiling, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, pada 19 Agustus 2026. Kegiatan yang dilakukan bersama Kepala Desa dan pengurus BUMDes tersebut bertujuan menambah populasi ikan sekaligus mendukung pengembangan potensi ekonomi desa melalui sektor perikanan.
Tambah Populasi Lele di Kolam BUMDes
Kolam budidaya milik BUMDes Desa Jerukgiling sebelumnya telah dimanfaatkan untuk memelihara beberapa jenis ikan, seperti nila, lele, dan belut. Melihat potensi budidaya yang telah berjalan, Kepala Desa Jerukgiling mendorong mahasiswa KKN-T untuk turut menambah populasi bibit lele.
Arahan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh mahasiswa KKN-T Kelompok 10 melalui pelepasan bibit lele bersama pengurus BUMDes. Program tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan potensi ekonomi yang telah dirintis oleh pemerintah desa.
Ketua Kelompok 10 KKN-T Universitas Alma Ata menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kepala Desa untuk memperkuat sektor budidaya perikanan yang telah berjalan.
“Kami hanya melanjutkan apa yang sudah dirintis oleh BUMDes. Karena di sini sudah ada nila, lele, dan belut, kami diminta Pak Kades untuk menambah bibit lele agar populasinya semakin optimal,” ujarnya.
Bibit Lele Jalani Proses Aklimatisasi
Sebelum dilepaskan ke kolam, bibit lele terlebih dahulu menjalani proses aklimatisasi. Bibit yang masih berada di dalam kantong plastik direndam di permukaan air kolam selama beberapa menit.
Proses tersebut dilakukan untuk menyesuaikan suhu air di dalam kantong dengan suhu air kolam. Penyesuaian ini diperlukan agar bibit tidak mengalami stres akibat perubahan lingkungan secara tiba-tiba dan dapat beradaptasi dengan kondisi kolam.
Setelah proses aklimatisasi selesai, bibit lele dilepaskan secara perlahan ke dalam kolam yang sebelumnya telah dihuni oleh ikan nila dan belut. Pelepasan dilakukan secara simbolis oleh perwakilan pengurus BUMDes bersama mahasiswa KKN-T.
BUMDes Sambut Positif Program Mahasiswa
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Jerukgiling, pengurus BUMDes, dan seluruh anggota KKN-T Kelompok 10 Universitas Alma Ata. Meskipun dilaksanakan pada malam hari, seluruh peserta tetap antusias mengikuti proses pelepasan bibit hingga selesai.
Pihak BUMDes menyambut baik bantuan mahasiswa KKN-T. Penambahan populasi lele diharapkan dapat meningkatkan potensi hasil panen dan memberikan manfaat ekonomi bagi desa.
Budidaya beberapa jenis ikan dalam kolam juga menjadi bagian dari upaya memanfaatkan potensi perikanan yang sudah tersedia. Dengan pengelolaan yang tepat, keberadaan ikan nila, lele, dan belut diharapkan dapat mendukung produktivitas kolam BUMDes.
Kepala Desa Jerukgiling juga mengapresiasi respons mahasiswa terhadap masukan pemerintah desa. Keterlibatan mahasiswa dinilai turut membantu berbagai upaya pemberdayaan masyarakat, termasuk dalam pengembangan sektor perikanan yang menjadi salah satu potensi desa.
Mahasiswa Berikan Pendampingan Perawatan
Tidak berhenti pada pelepasan bibit, mahasiswa KKN-T Kelompok 10 juga memberikan pendampingan mengenai perawatan dan pemeliharaan lele. Pendampingan mencakup pengaturan pemberian pakan, pemantauan kualitas air, serta upaya pencegahan penyakit pada ikan.
Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu pengurus BUMDes dalam menjaga pertumbuhan ikan agar lebih optimal. Dengan pemeliharaan yang baik, hasil panen diharapkan dapat memberikan manfaat bagi BUMDes dan masyarakat Desa Jerukgiling.
Mahasiswa juga berencana memantau perkembangan bibit lele yang telah dilepaskan serta membuka ruang diskusi dengan pengurus BUMDes apabila terdapat kendala selama proses pemeliharaan.
Perkuat Sinergi untuk Potensi Ekonomi Lokal
Program pelepasan bibit lele menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-T dalam mendukung program pemberdayaan yang telah dijalankan pemerintah Desa Jerukgiling. Kegiatan tersebut juga mempertemukan mahasiswa, pemerintah desa, dan pengurus BUMDes dalam kerja sama untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Kolaborasi di bidang perikanan diharapkan dapat berlanjut setelah program KKN-T selesai. Pemantauan dan komunikasi antara mahasiswa dengan pengurus BUMDes dapat menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program yang telah dimulai.
Melalui program tersebut, KKN-T Kelompok 10 Universitas Alma Ata tidak hanya berupaya memberikan bantuan berupa bibit, tetapi juga mendorong pemanfaatan potensi desa melalui pengetahuan dan pendampingan. Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap potensi ekonomi lokal diharapkan dapat mendukung upaya Desa Jerukgiling menuju masyarakat yang semakin mandiri dan sejahtera.