TEGAL — Warga RW 3 Kelurahan Krandon, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, bersama mahasiswa KKN Universitas Alma Ata berkolaborasi menata dan memperindah lingkungan melalui program sekaligus lomba kebersihan lingkungan “Lontrong Asri” pada 12 Agustus 2026. RW 3 menjadi perwakilan Kelurahan Krandon dalam kegiatan yang mengusung konsep ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Persiapan dilakukan dengan membersihkan lingkungan, mengolah sampah, serta memanfaatkan botol plastik dan galon bekas menjadi pot tanaman dan dekorasi.

Warga dan Mahasiswa Bergotong Royong Menata Lingkungan

Kegiatan Lontrong Asri tidak hanya berfokus pada kebersihan, tetapi juga mendorong kreativitas dan pemberdayaan masyarakat dalam mengelola lingkungan. Penilaian lomba mencakup kebersihan, kerapian, kreativitas, serta pemberdayaan lingkungan. Selain lomba kebersihan, terdapat pula penilaian pengolahan sampah, mulai dari pemilahan hingga pengelolaan sampah organik dan anorganik.

Program tersebut dipromotori oleh Pemerintah Kota Tegal dan diikuti oleh seluruh kelurahan di Kota Tegal. Kelurahan Krandon turut berpartisipasi dengan menjadikan RW 3 sebagai salah satu wilayah yang dipersiapkan untuk mengikuti Lontrong Asri. Penilaian kegiatan dilakukan oleh juri dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal.

Dalam persiapannya, warga RW 3 menjadi penggerak utama kegiatan dengan dukungan mahasiswa KKN Universitas Alma Ata. Mahasiswa terlibat dalam berbagai tahapan, mulai dari mengumpulkan dan memilah barang bekas, membersihkan bahan, membuat kreasi, mengecat, menanam, hingga menata pot dan dekorasi di sepanjang gang.

Barang Bekas Disulap Menjadi Dekorasi dan Pot Tanaman

Salah satu upaya yang dilakukan warga bersama mahasiswa adalah memanfaatkan botol plastik dan galon bekas sebagai bahan utama dekorasi lingkungan. Barang-barang yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah dikumpulkan, dipilah, dan dibersihkan sebelum diolah menjadi berbagai kreasi.

Botol dan galon bekas kemudian dibentuk menjadi karakter seperti jerapah, gajah, kucing, kelinci, bunga, serta berbagai bentuk dekoratif lainnya. Setelah dibentuk, kreasi tersebut dicat agar terlihat lebih menarik ketika ditempatkan di sepanjang gang RW 3.

Sebagian kreasi juga dimanfaatkan sebagai pot tanaman dengan menambahkan media tanam ke dalam wadah bekas tersebut. Warga menanam berbagai jenis tanaman, seperti cabai, daun bawang, terong, pisang, dan tanaman lainnya. Dengan demikian, barang bekas tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi, tetapi juga memiliki fungsi baru yang bermanfaat bagi lingkungan.

Penataan Gang Menghadirkan Lingkungan yang Lebih Hijau

Pot dan dekorasi hasil kreativitas warga kemudian ditempatkan di sejumlah titik sepanjang gang RW 3. Penataan dilakukan dengan menyesuaikan ruang yang tersedia agar keberadaan tanaman dan dekorasi tidak mengganggu aktivitas warga maupun akses jalan.

Perpaduan dekorasi berwarna-warni, tanaman hijau, dan lingkungan permukiman memberikan suasana yang lebih tertata. Keberadaan jalur rel kereta api yang berdekatan dengan salah satu gang turut menjadi karakter tersendiri bagi kawasan tersebut. Masjid yang berada di sekitar permukiman juga menjadi bagian dari lingkungan masyarakat RW 3.

Penataan lingkungan ini diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan Lontrong Asri selesai. Warga diharapkan terus merawat tanaman, dekorasi, dan kebersihan lingkungan sehingga hasil kerja bersama dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Kolaborasi KKN dan Masyarakat Dorong Kreativitas

Keterlibatan mahasiswa KKN Universitas Alma Ata memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk berinteraksi dan bekerja secara langsung bersama masyarakat. Di sisi lain, warga mendapatkan dukungan dalam proses pengembangan kreativitas serta penataan lingkungan melalui pemanfaatan bahan-bahan sederhana yang tersedia di sekitar.

Semangat gotong royong menjadi bagian penting dalam seluruh proses persiapan. Warga dan mahasiswa bersama-sama mengerjakan berbagai kebutuhan sesuai kondisi lingkungan dan bahan yang tersedia. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman dapat dilakukan melalui kerja sama berbagai pihak.

Pemanfaatan botol plastik dan galon bekas juga menunjukkan bahwa menjaga lingkungan tidak selalu membutuhkan bahan baru atau biaya besar. Barang yang sebelumnya dianggap tidak terpakai dapat memiliki nilai guna apabila diolah melalui kreativitas. Selain mengurangi potensi sampah, hasil pengolahan tersebut juga dapat memperindah lingkungan dan mendukung penghijauan.

Lontrong Asri Menjadi Momentum Memperkuat Gotong Royong

Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan Lontrong Asri di RW 3 Kelurahan Krandon menjadi wadah bagi masyarakat untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan melalui kerja bersama. Keterlibatan warga dan mahasiswa KKN Universitas Alma Ata memperlihatkan bahwa perubahan lingkungan dapat dimulai dari ruang tempat tinggal dengan langkah sederhana.

Antusiasme masyarakat dalam mempersiapkan kegiatan juga diharapkan dapat terus dipertahankan setelah perlombaan berakhir. Dengan menjaga kebersihan, merawat tanaman, dan mempertahankan hasil kreativitas yang telah dibuat, semangat Lontrong Asri dapat menjadi kebiasaan positif di lingkungan masyarakat.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab di tengah masyarakat. Melalui kreativitas dan gotong royong, warga RW 3 bersama mahasiswa KKN Universitas Alma Ata menunjukkan bahwa lingkungan yang bersih, hijau, tertata, dan nyaman dapat diwujudkan dari kerja bersama.