KENDAL – Sebanyak 87 mahasiswa Universitas Alma Ata Yogyakarta diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 2026 di Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, untuk menjalankan pengabdian kepada masyarakat melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu. Kegiatan penerjunan yang berlangsung di Balai Desa Darupono tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Kendal Hj. Dyah Kartika Permanasari, S.E., M.M., yang mendorong mahasiswa agar mampu bersinergi dengan masyarakat dan menghasilkan program yang memberikan dampak berkelanjutan.
Pelaksanaan KKN-T Universitas Alma Ata menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Program ini diarahkan untuk membantu menjawab berbagai persoalan yang ada di daerah sekaligus mengoptimalkan potensi lokal melalui keterlibatan mahasiswa, dosen, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta masyarakat.
KKN-T Universitas Alma Ata Fokus pada Potensi Kaliwungu Selatan
Kecamatan Kaliwungu Selatan dipilih sebagai salah satu lokasi KKN-T Universitas Alma Ata 2026 karena memiliki potensi demografis dan sosiografis yang dapat mendukung berbagai program strategis pemerintah daerah.
Beberapa potensi tersebut berkaitan dengan program Kendal Cerdas, Kendal Milenial, Kendal Mantap, dan Kendal Sehat. Atas dasar itu, pelaksanaan KKN-T tidak hanya berfokus pada satu bidang, tetapi mengintegrasikan aspek kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga pengembangan bisnis kreatif berbasis potensi daerah.
KKN-T Universitas Alma Ata tahun ini mengusung tema “Membangun Generasi Muda Bebas Penyakit Tidak Menular (PTM): Integrasi Edukasi Kesehatan, Inovasi Pendidikan, serta Kemandirian Ekonomi dan Bisnis Kreatif Berbasis Potensi Daerah”.
Pendekatan tersebut dilakukan melalui kolaborasi multidisiplin dan lintas entitas dengan pola Triple Helix, Pentahelix hingga Hexahelix. Melalui pendekatan ini, ilmu pengetahuan yang dimiliki perguruan tinggi diharapkan dapat dipertemukan dengan kebutuhan serta persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Bupati Kendal Dorong Mahasiswa Hadirkan Perubahan
Penerjunan mahasiswa di Balai Desa Darupono dihadiri lebih dari 50 tamu undangan. Selain Bupati Kendal, kegiatan tersebut juga dihadiri Rektor Universitas Alma Ata Prof. dr. Hamam Hadi, M.S., Sc.D., Sp.GK, delapan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Camat Kaliwungu Selatan Supriyanto, S.TP., M.M., para kepala desa di Kecamatan Kaliwungu Selatan, serta Kapolsek Kaliwungu AKP Nindya Putra Wahyu Nugroho, S.Si., M.Si.
Dalam sambutannya, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari meminta mahasiswa untuk membangun kerja sama secara konkret dengan berbagai unsur masyarakat selama menjalankan pengabdian di Kaliwungu Selatan.
Mahasiswa juga didorong untuk tidak hanya menyelesaikan program selama berada di lokasi KKN-T. Lebih dari itu, program yang dijalankan diharapkan mampu menciptakan perubahan dan memberikan manfaat yang dapat berkembang dalam jangka panjang.
Bupati Kendal mendorong mahasiswa untuk “bersinergi secara nyata” bersama masyarakat sekaligus membangun aksi perubahan dengan mendorong unsur masyarakat agar terus proaktif dan partisipatif dalam menjaga keberlanjutan program.
Apresiasi juga diberikan kepada Universitas Alma Ata karena kembali menjadikan Kabupaten Kendal sebagai salah satu lokasi pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara Universitas Alma Ata dan Pemerintah Kabupaten Kendal melalui KKN-T tersebut merupakan bentuk kesinambungan kerja sama yang telah dilakukan sebelumnya.
Rektor Universitas Alma Ata Dorong Desa Menjadi Living Lab
Rektor Universitas Alma Ata Prof. dr. Hamam Hadi turut memberikan motivasi kepada 87 mahasiswa dan delapan Dosen Pembimbing Lapangan yang akan mendampingi pelaksanaan KKN-T.
Ia menekankan pentingnya kontribusi ilmu pengetahuan dari sivitas akademika Universitas Alma Ata sebagai agen yang dapat mempercepat kemajuan masyarakat. Dalam konteks tersebut, desa tidak hanya menjadi lokasi pelaksanaan program, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk mengimplementasikan dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
Mahasiswa didorong menjadikan desa sebagai “living lab” yang mampu menghasilkan dampak dari tingkat lokal hingga skala global. Dengan demikian, kegiatan KKN-T diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Pengelolaan Sampah Jadi Salah Satu Isu Strategis
Selain penerjunan mahasiswa, Universitas Alma Ata juga melakukan pembahasan bersama Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kendal mengenai sejumlah persoalan strategis di wilayah Kaliwungu Selatan.
Diskusi tersebut melibatkan Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kendal Adji Hendra Liestyawan, S.IP., M.M., Deputi Bidang Pengabdian dan KKN Universitas Alma Ata Muhammad Najib Mubarrok, S.Si., M.Sc., serta Koordinator Wilayah KKN-T Universitas Alma Ata Kabupaten Kendal Ragil Satria Wicaksana, SEI., MSI., RIFA.
Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut adalah pengelolaan sampah di Kecamatan Kaliwungu Selatan. Persoalan sampah tidak hanya dilihat dari sisi pengurangan jumlah sampah, tetapi juga dari peluang untuk menghadirkan solusi jangka panjang.
Melalui pendekatan inovatif, sampah diharapkan dapat ditransformasikan menjadi sumber daya baru dengan mengembangkan berbagai ide dan gagasan yang dapat diterapkan oleh masyarakat.
Pengembangan solusi tersebut juga akan mempertimbangkan potensi yang dimiliki Kaliwungu Selatan, seperti desa wisata, kawasan permukiman, jumlah penduduk, hingga keberadaan Kawasan Industri Kendal (KIK).
Kolaborasi KKN-T Diharapkan Berlanjut Setelah Program Selesai
Pelaksanaan KKN-T Universitas Alma Ata di Kendal diharapkan tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan program yang dapat diteruskan secara mandiri.
Kerja sama Universitas Alma Ata dengan Pemerintah Kabupaten Kendal melalui KKN-T juga bukan kali pertama dilakukan. Pada tahun sebelumnya, Bupati Kendal turut menghadiri sekaligus membuka penerjunan mahasiswa KKN-T Universitas Alma Ata di Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal.
Keberlanjutan kolaborasi tersebut menjadi salah satu aspek penting agar program KKN-T tidak sekadar menjadi kegiatan mahasiswa selama berada di lokasi pengabdian. Program yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan manfaat lebih panjang dan menjadi bagian dari upaya pembangunan daerah.
Dengan keterlibatan mahasiswa, dosen, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat, KKN-T Universitas Alma Ata di Kaliwungu Selatan menjadi ruang kolaborasi antara dunia akademik dan kebutuhan nyata masyarakat. Melalui bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, serta penyelesaian persoalan strategis berbasis potensi lokal, kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan kontribusi nyata sekaligus mendorong terciptanya perubahan yang berkelanjutan.