BREBES – Mahasiswa KKN-T Universitas Alma Ata dari kelompok KKNT 30 Brebes Kedunguter menggelar edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta gizi seimbang bagi siswa SD Kedunguter 1, Brebes, pada 27 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan anak dengan memberikan pemahaman mengenai kebersihan diri, lingkungan, pola makan bergizi, aktivitas fisik, dan kebiasaan sehat yang dapat diterapkan sejak dini.

Kenalkan PHBS melalui Kebiasaan Sehari-hari

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengajak siswa memahami bahwa menjaga kesehatan tidak hanya berkaitan dengan konsumsi makanan bergizi. Berbagai kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari juga memiliki peran penting, seperti menjaga kebersihan tubuh, mencuci tangan, membuang sampah pada tempatnya, menjaga lingkungan, dan aktif bergerak.

Materi PHBS disampaikan menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan siswa. Salah satu kebiasaan yang menjadi perhatian adalah mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah melakukan aktivitas yang membuat tangan kotor.

Mahasiswa juga mengajak siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Siswa diingatkan membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan kelas, tidak mencoret fasilitas sekolah, serta ikut menciptakan lingkungan belajar yang nyaman.

Kebersihan diri turut menjadi bagian dari materi. Siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya mandi secara teratur, menggosok gigi, menjaga kebersihan kuku, serta menggunakan pakaian yang bersih.

Edukasi Pentingnya Gizi Seimbang

Setelah membahas PHBS, kegiatan dilanjutkan dengan materi mengenai gizi seimbang. Para siswa diperkenalkan pada pentingnya mengonsumsi makanan yang beragam karena tubuh membutuhkan berbagai zat gizi untuk mendukung pertumbuhan, proses belajar, bermain, dan aktivitas sehari-hari.

Mahasiswa memberikan contoh makanan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti nasi, jagung, kentang, telur, ikan, ayam, tahu, tempe, sayuran, dan buah-buahan. Siswa dijelaskan bahwa kebutuhan gizi tubuh tidak dapat dipenuhi hanya melalui satu jenis makanan.

Karena itu, makanan yang dikonsumsi setiap hari perlu beragam dan mencakup sumber karbohidrat, protein, sayuran, serta buah. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu siswa mulai mengenali pilihan makanan yang lebih baik untuk mendukung kesehatan dan pertumbuhan.

Ajak Siswa Lebih Bijak Memilih Jajanan

Edukasi juga mencakup kebiasaan siswa ketika membeli makanan dan minuman di lingkungan sekolah. Mahasiswa mengajak siswa memperhatikan kebersihan jajanan serta tidak terlalu sering mengonsumsi makanan atau minuman yang tinggi gula, garam, dan lemak.

Selain memperhatikan makanan, siswa diingatkan untuk mencukupi kebutuhan air putih. Aktivitas fisik juga menjadi bagian penting dari pola hidup sehat. Bermain, berolahraga, dan melakukan kegiatan yang membuat tubuh aktif dapat membantu menjaga kebugaran.

Waktu istirahat yang cukup turut ditekankan agar tubuh memiliki kesempatan untuk memulihkan energi setelah menjalani berbagai aktivitas sepanjang hari.

Siswa Aktif Berdiskusi dan Bertanya

Penyampaian materi dilakukan secara santai dan melibatkan siswa secara langsung. Mahasiswa KKN mengajak peserta berdiskusi serta melakukan tanya jawab mengenai kebiasaan yang mereka lakukan sehari-hari.

Siswa juga diberikan kesempatan untuk menyebutkan makanan bergizi yang mereka sukai dan menceritakan kebiasaan menjaga kebersihan yang sudah diterapkan di rumah maupun sekolah.

Keaktifan siswa membuat kegiatan edukasi berlangsung interaktif. Antusiasme terlihat ketika mahasiswa memberikan pertanyaan dan contoh yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui pendekatan tersebut, materi PHBS dan gizi seimbang diharapkan tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi juga dapat diterapkan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Bangun Kebiasaan Sehat Sejak Dini

Mahasiswa KKN-T KKNT 30 Brebes Kedunguter berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman siswa SD Kedunguter 1 mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini.

Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan tubuh, membuang sampah pada tempatnya, memilih makanan bergizi, minum air putih, aktif bergerak, dan beristirahat cukup dapat menjadi langkah awal untuk membangun pola hidup sehat.

Pengetahuan yang diperoleh siswa di sekolah juga diharapkan dapat diterapkan di rumah bersama keluarga. Dengan demikian, kebiasaan hidup bersih dan sehat tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di rumah dan masyarakat.

Kegiatan edukasi PHBS dan gizi seimbang tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-T Universitas Alma Ata dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman. Melalui pembiasaan sejak dini, siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan, sekaligus mampu menjalani aktivitas belajar dengan sehat dan penuh semangat.