TEGAL – Mahasiswa KKN-T Kelompok 18 Kraton Universitas Alma Ata memperkenalkan program KALISA (Kamis Literasi Bersama) kepada siswa kelas 5 SDN 3 Kraton, Tegal Barat, pada Kamis (27/8/2026). Program yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis tersebut menggabungkan kegiatan membaca bersama, menulis, storytelling, permainan interaktif, serta edukasi literasi dalam suasana yang menyenangkan.
Berawal dari Temuan saat Bimbingan Belajar
Program KALISA lahir dari kegiatan bimbingan belajar yang sebelumnya dijalankan mahasiswa KKN-T 18 di lingkungan Kraton. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menemukan bahwa sejumlah anak yang mengikuti bimbingan belajar masih mengalami kesulitan membaca dan menulis meskipun telah berada di kelas 3 hingga kelas 5 sekolah dasar.
Temuan tersebut menjadi perhatian mahasiswa karena kemampuan membaca dan menulis merupakan keterampilan dasar yang penting dalam proses pembelajaran. Mahasiswa kemudian menyadari bahwa peningkatan kemampuan literasi membutuhkan proses yang konsisten dan tidak dapat dilakukan hanya dalam waktu singkat.
Atas dasar itu, mahasiswa KKN-T 18 merancang program yang tidak hanya berfokus pada kegiatan belajar formal, tetapi juga menghadirkan aktivitas yang lebih menarik bagi anak-anak. KALISA dipilih sebagai nama program agar mudah diingat sekaligus menggambarkan semangat untuk membangun kebiasaan literasi secara bersama-sama.
KALISA Hadirkan Literasi secara Interaktif
Pada sosialisasi perdana, mahasiswa KKN-T 18 memperkenalkan konsep literasi kepada siswa melalui rangkaian kegiatan yang interaktif. Siswa terlebih dahulu mendapatkan penjelasan mengenai pengertian literasi, jenis-jenis literasi, serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Mahasiswa kemudian mengajak siswa membaca bersama selama 15 menit. Setelah membaca, siswa diminta menuliskan ringkasan sederhana berdasarkan bacaan yang telah mereka pilih.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi storytelling dan menonton dongeng bersama. Suasana kelas menjadi lebih hidup ketika siswa menyimak cerita yang ditampilkan. Beberapa siswa bahkan ikut menirukan ekspresi tokoh dalam dongeng.
Asah Pemahaman melalui Kuis Educaplay
Untuk mengukur sekaligus mengasah pemahaman siswa, mahasiswa KKN-T 18 mengadakan kuis interaktif menggunakan aplikasi Educaplay. Pertanyaan yang diberikan berkaitan dengan dongeng dan materi literasi yang sebelumnya telah disampaikan.
Penggunaan permainan interaktif membuat siswa lebih aktif mengikuti kegiatan. Beberapa siswa yang sebelumnya cenderung pendiam mulai berpartisipasi ketika sesi kuis dimulai. Mereka terlihat antusias menjawab pertanyaan dan berlomba memberikan jawaban dengan cepat.
Sebagai bentuk apresiasi, mahasiswa juga membagikan doorprize dan merchandise kepada siswa yang aktif selama kegiatan. Perpaduan antara edukasi, praktik, permainan, dan penghargaan tersebut membuat kegiatan berlangsung dalam suasana yang santai dan menyenangkan.
Dorong Kebiasaan Membaca Sejak Dini
Antusiasme siswa mendapat sambutan positif dari guru kelas yang mendampingi kegiatan. Kehadiran KALISA diharapkan dapat membantu menumbuhkan kebiasaan membaca sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk berlatih membaca dan menulis dengan cara yang lebih menyenangkan.
Bagi mahasiswa KKN-T 18 Kraton, KALISA bukan sekadar program kerja selama masa pengabdian. Program tersebut dirancang sebagai upaya untuk menanamkan kebiasaan literasi yang dapat terus dilakukan oleh siswa setelah kegiatan KKN-T berakhir.
Konsistensi menjadi bagian penting dalam upaya membangun minat baca. Kebiasaan membaca yang dilakukan secara rutin diharapkan dapat membantu anak memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan memahami informasi, serta membuka perspektif mereka terhadap lingkungan dan dunia di sekitarnya.
Menanam Benih Literasi di Tegal Barat
Sosialisasi perdana KALISA menjadi langkah awal bagi mahasiswa KKN-T 18 Universitas Alma Ata dalam mendorong budaya literasi di lingkungan SDN 3 Kraton.
Meskipun kegiatan tersebut baru memasuki tahap awal, mahasiswa berharap semangat membaca yang mulai tumbuh dapat terus berkembang. Melalui kegiatan yang konsisten, interaktif, dan sesuai dengan karakter anak, literasi diharapkan tidak lagi dipandang sebagai aktivitas yang membosankan, tetapi menjadi kebiasaan yang menyenangkan dan bermanfaat.
Dari ruang kelas di Tegal Barat, KALISA menjadi salah satu upaya sederhana untuk menanamkan kecintaan terhadap membaca sejak dini dan membangun generasi yang lebih terbiasa belajar melalui buku.