BANTUL – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Alma Ata (UAA) menggelar pelatihan “ASIH IBU PAUD” pada 7–9 Agustus 2026 di Aula Kalurahan Guwosari, Pajangan, Bantul. Kegiatan yang merupakan bagian dari program hibah Kemdiktisaintek 2026 tersebut melibatkan ibu PAUD dan orang tua balita berisiko stunting untuk memperkuat pemahaman serta keterampilan dalam pencegahan stunting dan pemenuhan gizi anak sejak dini.
Perkuat Peran Orang Tua dalam Pencegahan Stunting
Program ASIH IBU PAUD dilaksanakan melalui kolaborasi antara Universitas Alma Ata, pemerintah kalurahan, dan masyarakat. Selama tiga hari, peserta mendapatkan berbagai materi praktis yang berkaitan dengan gizi seimbang, pola asuh, pemantauan tumbuh kembang, hingga pengolahan makanan sehat.
Kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas orang tua dan ibu PAUD agar mampu melakukan langkah-langkah pencegahan stunting dari lingkungan keluarga. Edukasi tidak hanya diberikan dalam bentuk materi, tetapi juga melalui praktik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Lurah Guwosari, Masduki Rahmad, S.I.P., mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, upaya pencegahan stunting perlu dimulai dari lingkungan rumah karena keluarga menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan gizi dan tumbuh kembang anak terpenuhi.
Akademisi UAA Bekali Keterampilan Praktis
Ketua Tim PKM UAA, Dr. Anafrin Yugistyowati, Ns., M.Kep., Sp.Kep.An., menegaskan pentingnya peran ibu dalam menentukan kualitas gizi dan tumbuh kembang anak.
Pelatihan ASIH IBU PAUD dirancang untuk membekali orang tua dengan keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung. Materi yang diberikan mencakup cara menyajikan makanan sehat dan menarik hingga pemanfaatan teknologi untuk membantu memantau kondisi kesehatan serta tumbuh kembang anak.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat orang tua tidak hanya memahami pentingnya pemenuhan gizi, tetapi juga mampu menerapkannya secara konsisten dalam pola pengasuhan anak.
Fun Cooking Manfaatkan Pangan Lokal
Rangkaian kegiatan berlangsung secara interaktif melalui berbagai agenda edukatif. Salah satunya adalah sesi Fun Cooking yang dipandu pakar gizi Universitas Alma Ata, Hastrin Hositinasita, S.Gz., MPH.
Dalam sesi tersebut, peserta diajak mengolah menu sehat dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Kegiatan praktik menjadi sarana bagi peserta untuk memperoleh pengalaman langsung dalam menyiapkan makanan yang bergizi sekaligus menarik bagi anak.
Pemanfaatan bahan pangan lokal juga diharapkan dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan gizi anak dengan bahan yang lebih mudah diperoleh di lingkungan sekitar.
Kenalkan Buku Saku Digital ASIH Berbasis WhatsApp
Selain edukasi mengenai gizi dan pengolahan makanan, program ASIH IBU PAUD juga memanfaatkan teknologi untuk mendukung pemantauan tumbuh kembang anak.
Pakar IT Universitas Alma Ata, Tri Rochmadi, M.Kom., mengenalkan Buku Saku Digital ASIH berbasis web menggunakan WhatsApp. Inovasi tersebut dirancang untuk membantu orang tua melakukan pencatatan serta konsultasi terkait tumbuh kembang anak secara lebih mudah dan mandiri.
Pemanfaatan teknologi dalam program ini menjadi salah satu upaya untuk membuat proses pemantauan kesehatan anak lebih praktis dan dapat dilakukan secara berkelanjutan oleh keluarga.
Dukung Kemandirian Gizi melalui PAUD Kit ASIH-Grow
Pada akhir kegiatan, Tim PKM UAA menyerahkan bantuan sarana mandiri berupa PAUD Kit ASIH-Grow kepada masyarakat. Bantuan tersebut mencakup sejumlah alat kesehatan dan media edukasi yang dapat mendukung kegiatan pemantauan serta pembelajaran mengenai kesehatan anak.
PAUD Kit ASIH-Grow juga dilengkapi dengan bibit tanaman melalui program Kebun Daun ASIH. Selain itu, terdapat bibit atau ternak ayam melalui inovasi Kandang Telur ASIH yang diarahkan untuk mendukung ketersediaan sumber pangan bergizi secara mandiri di tingkat rumah tangga.
Pemberian bantuan tersebut melengkapi rangkaian edukasi dan praktik yang telah diberikan selama pelatihan. Dengan adanya sarana pendukung, masyarakat diharapkan dapat melanjutkan penerapan pengetahuan yang diperoleh setelah program selesai.
Wujudkan Generasi Guwosari Bebas Stunting
Melalui pelatihan ASIH IBU PAUD dan pemberian sarana pendukung, Universitas Alma Ata mendorong keterlibatan aktif orang tua dan ibu PAUD dalam pencegahan stunting. Penguatan pengetahuan, keterampilan, teknologi, serta ketersediaan pangan bergizi menjadi bagian dari pendekatan yang dilakukan secara terpadu.
Program tersebut diharapkan dapat mendorong keluarga untuk menerapkan pola hidup sehat secara konsisten sekaligus meningkatkan perhatian terhadap tumbuh kembang anak.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, ibu PAUD, dan masyarakat menjadi langkah penting dalam membangun lingkungan yang mendukung kesehatan anak. Dengan keterlibatan bersama sejak tingkat keluarga, upaya mewujudkan generasi Guwosari yang sehat dan bebas stunting diharapkan dapat terus diperkuat.