TEGAL – Mahasiswa KKN-T Kelompok 17 Muarareja Universitas Alma Ata (UAA) menggelar program “Sahabat Sekolah: Ciptakan Lingkungan Belajar Aman Tanpa Bullying” bagi siswa kelas 4, 5, dan 6 SDN Muarareja 1, Tegal. Kegiatan yang berlangsung pada pukul 08.00–10.00 WIB tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran siswa mengenai bahaya perundungan serta mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying.
Kenalkan Bahaya Bullying Sejak Dini
Program tersebut digagas sebagai respons terhadap persoalan perundungan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah dasar. Perilaku bullying terkadang dianggap sebagai candaan oleh anak-anak sehingga tindakan yang berpotensi merugikan orang lain tidak selalu disadari sebagai bentuk perundungan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T 17 mengajak siswa memahami bahwa bullying perlu dicegah bersama. Edukasi diberikan agar siswa dapat mengenali tindakan perundungan sekaligus memahami dampaknya terhadap korban maupun lingkungan sekolah.
Materi yang disampaikan mencakup pengertian bullying, berbagai jenis perundungan, dampak yang dapat ditimbulkan, serta langkah yang dapat dilakukan untuk menghindari dan mencegahnya.
Belajar Anti-Bullying dengan Cara Interaktif
Agar penyampaian materi tidak berlangsung secara monoton, mahasiswa menyisipkan kegiatan ice breaking berupa “Tepuk Anti-Bullying”. Aktivitas tersebut disambut antusias oleh para siswa dan membuat suasana kegiatan menjadi lebih cair.
Setelah pemaparan materi, siswa mengikuti kuis interaktif yang berkaitan dengan topik bullying. Banyak siswa terlihat antusias dengan berebut mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan.
Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengingat kembali materi sekaligus menguji pemahaman mereka mengenai perilaku perundungan dan cara menyikapinya.
Film Pendek Sampaikan Pesan Anti-Bullying
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film pendek bertema anti-bullying. Media audiovisual digunakan untuk menyampaikan pesan mengenai perundungan melalui cerita yang lebih mudah dipahami oleh siswa.
Melalui film tersebut, siswa diajak melihat persoalan bullying dari sudut pandang yang lebih dekat dengan kehidupan mereka. Pesan moral yang disampaikan diharapkan dapat membantu siswa memahami pentingnya saling menghargai dan menciptakan hubungan yang positif dengan teman.
Sekolah Sambut Positif Edukasi Anti-Bullying
Kegiatan mendapat sambutan positif dari pihak SDN Muarareja 1. Salah satu guru menyampaikan bahwa program tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa agar lebih peka terhadap tindakan bullying yang terjadi di lingkungan sekitar.
Kepekaan tersebut diperlukan agar siswa mampu memahami perannya dalam situasi perundungan, baik sebagai korban, pelaku, maupun saksi. Dengan pemahaman yang lebih baik, siswa diharapkan tidak menganggap perundungan sebagai hal yang wajar atau sekadar candaan.
Pihak sekolah juga menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap program serupa dapat terus dilaksanakan. Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dinilai penting untuk mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.
Bangun Lingkungan Sekolah yang Aman
Melalui program “Sahabat Sekolah”, KKN-T 17 Muarareja Universitas Alma Ata berupaya menanamkan kesadaran anti-bullying sejak usia sekolah dasar. Penyampaian materi yang dipadukan dengan permainan, kuis, dan film pendek menjadi cara mahasiswa untuk membuat edukasi lebih mudah diterima siswa.
Kesadaran mengenai perundungan diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Siswa dapat menerapkan nilai saling menghargai, menjaga perasaan teman, serta berani mengambil sikap ketika melihat tindakan yang mengarah pada bullying.
Dengan keterlibatan siswa, guru, dan lingkungan sekolah, upaya menciptakan ruang belajar yang aman dapat dilakukan secara bersama-sama. Edukasi sejak dini menjadi salah satu langkah untuk membangun budaya sekolah yang lebih ramah, saling menghargai, dan bebas dari perundungan.