MAGELANG – Sebanyak 89 mahasiswa Universitas Alma Ata (UAA) resmi diterjunkan untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Periode II Tahun 2026 di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (6/8/2026). Selama 58 hari, para mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di delapan desa dengan fokus pada pencegahan penyakit tidak menular (PTM), inovasi pendidikan, serta penguatan kemandirian ekonomi dan bisnis kreatif berbasis potensi daerah.

KKN-T Integrasikan Kesehatan, Pendidikan, dan Ekonomi

Pelaksanaan KKN-T Periode II Tahun 2026 mengusung tema “Membangun Generasi Muda Bebas Penyakit Tidak Menular (PTM): Integrasi Edukasi Kesehatan, Inovasi Pendidikan, serta Kemandirian Ekonomi dan Bisnis Kreatif Berbasis Potensi Daerah.”

Tema tersebut menjadi landasan bagi mahasiswa dalam menyusun dan menjalankan berbagai program selama berada di tengah masyarakat. Kegiatan pengabdian tidak hanya diarahkan pada satu bidang, tetapi mengintegrasikan aspek kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi sesuai dengan kebutuhan serta potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.

Fokus terhadap pencegahan PTM menjadi salah satu perhatian utama dalam kegiatan tersebut. Edukasi mengenai kesehatan diharapkan dapat mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih memahami pentingnya menerapkan pola hidup sehat dan melakukan upaya pencegahan penyakit sejak dini.

Di sisi lain, mahasiswa juga akan mengembangkan kegiatan di bidang pendidikan serta mendorong munculnya kemandirian ekonomi melalui pengembangan bisnis kreatif yang memanfaatkan potensi lokal.

Pemkab Magelang Sambut Kehadiran Mahasiswa

Penyerahan mahasiswa KKN-T dilakukan oleh Rektor Universitas Alma Ata, Prof. dr. H. Hamam Hadi, M.S., Sc.D., Sp.GK, kepada Pemerintah Kabupaten Magelang yang diwakili Asisten Bupati Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Bela Pinarsi, S.H., M.M.

Prosesi penyerahan berlangsung di Pendopo Kantor Kecamatan Srumbung dan dihadiri Camat Srumbung, para kepala desa yang menjadi lokasi KKN-T, serta seluruh dosen pembimbing lapangan (DPL) Universitas Alma Ata.

Pemerintah Kabupaten Magelang menyambut positif pelaksanaan KKN-T tersebut. Dalam sambutan Bupati Magelang yang dibacakan oleh Bela Pinarsi, pemerintah daerah menyampaikan dukungan terhadap program pengabdian yang dilaksanakan mahasiswa Universitas Alma Ata.

“Pemerintah daerah Kabupaten Magelang menyambut baik kegiatan KKN-T UAA yang bertema Membangun Generasi Muda Bebas Penyakit Tidak Menular (PTM): Integrasi Edukasi Kesehatan, Inovasi Pendidikan, serta Kemandirian Ekonomi dan Bisnis Kreatif Berbasis Potensi Daerah,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Program tersebut dinilai menjadi salah satu bentuk pendekatan terintegrasi dalam membantu merespons berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Penggabungan edukasi kesehatan, inovasi pendidikan, serta penguatan ekonomi diharapkan mampu menghasilkan program pengabdian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing desa.

89 Mahasiswa Tinggal di Delapan Desa Selama 58 Hari

Sebanyak 89 mahasiswa akan ditempatkan di delapan desa yang berada di Kecamatan Srumbung selama 58 hari. Selama menjalankan KKN-T, mahasiswa akan tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus melaksanakan program kerja yang telah disusun berdasarkan tema kegiatan.

Dosen pembimbing lapangan turut mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan kegiatan. Para DPL juga mengikuti prosesi penyerahan sebelum mendampingi kelompok mahasiswa menuju posko masing-masing di desa lokasi KKN-T.

Pelaksanaan KKN-T menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan melalui pengalaman langsung di tengah masyarakat. Interaksi tersebut juga diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami berbagai persoalan sosial sekaligus mencari solusi yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Pemasangan Selempang Tandai Dimulainya KKN-T

Dimulainya KKN-T Periode II Tahun 2026 di Kecamatan Srumbung ditandai dengan prosesi pemasangan selempang kepada perwakilan mahasiswa peserta KKN-T Universitas Alma Ata.

Pemasangan selempang tersebut menjadi simbol dimulainya rangkaian pengabdian mahasiswa selama berada di Kecamatan Srumbung. Setelah prosesi penyerahan selesai, mahasiswa bersama dosen pembimbing lapangan melanjutkan perjalanan menuju posko di desa masing-masing.

Dari posko tersebut, para mahasiswa akan menjalankan berbagai program pengabdian selama 58 hari dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Program yang dijalankan diarahkan untuk mendukung peningkatan kesadaran kesehatan, pengembangan pendidikan, serta penguatan potensi ekonomi lokal.

Melalui KKN-T Periode II Tahun 2026, Universitas Alma Ata berupaya menghadirkan kegiatan pengabdian yang menghubungkan aspek kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus mendorong mahasiswa untuk berkontribusi dalam menjawab kebutuhan masyarakat di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang.