KENDAL – Mahasiswa KKN-T Universitas Alma Ata mendorong penguatan dan digitalisasi UMKM di Desa Sukomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, melalui program BINA USAHA (Bimbingan, Inkubasi, dan Akselerasi Usaha). Program pendampingan tersebut menyasar dua UMKM lokal, yakni Kerupuk Budi Jaya dan Roti Mulya Sari, dengan fokus pada penguatan branding, perluasan promosi digital, serta pembenahan tata kelola keuangan agar mampu berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Perkuat Branding dan Kemasan Produk

Pendampingan KKN-T Alma Ata diawali dengan mengidentifikasi kebutuhan masing-masing UMKM. Meskipun kedua usaha telah memiliki produk dan pelanggan di pasar lokal, mahasiswa melihat adanya peluang pengembangan melalui pembaruan identitas visual dan strategi promosi.

Mahasiswa kemudian berkolaborasi dengan pemilik usaha untuk memperbarui desain label dan kemasan. Pembaruan tersebut diarahkan agar produk memiliki tampilan yang lebih menarik, informatif, dan profesional sehingga dapat meningkatkan daya tarik ketika dipasarkan kepada konsumen yang lebih luas.

Bawa UMKM Sukomulyo ke Ranah Digital

Selain pembaruan kemasan, program BINA USAHA juga memperkenalkan pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi. Kedua UMKM didampingi dalam pembuatan dan pengelolaan etalase usaha melalui media sosial sehingga informasi mengenai produk dapat lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan.

Mahasiswa juga membantu mendaftarkan lokasi produksi Kerupuk Budi Jaya dan Roti Mulya Sari pada platform peta digital. Langkah tersebut diharapkan memudahkan konsumen dari luar Desa Sukomulyo untuk menemukan lokasi usaha sekaligus membuka peluang pemesanan secara langsung.

Tingkatkan Tata Kelola Keuangan UMKM

Pengembangan UMKM tidak hanya dilakukan dari sisi pemasaran. Mahasiswa KKN-T juga memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan agar pemilik usaha dapat mengetahui kondisi bisnis secara lebih terukur.

Melalui pendampingan interaktif, pelaku UMKM diajak memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Mereka juga diperkenalkan pada pembukuan arus kas sederhana serta cara menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) secara lebih tepat.

Penanggung Jawab program BINA USAHA, Peni Dwi Rahmawati, menjelaskan bahwa pembenahan pengelolaan keuangan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan usaha.

“Melalui program BINA USAHA ini, kami ingin memastikan UMKM di Desa Sukomulyo tidak hanya sekadar bertahan, tetapi benar-benar naik kelas. Digitalisasi promosi yang diimbangi dengan pembukuan keuangan yang rapi adalah kunci utama agar produk unggulan seperti Kerupuk Budi Jaya dan Roti Mulya Sari bisa menembus pasar yang lebih luas dan profesional,” ungkap Peni Dwi Rahmawati selaku Penanggung Jawab program kerja BINA USAHA.

Dorong UMKM Lokal Naik Kelas

Program BINA USAHA mendapat apresiasi dari para pelaku UMKM yang merasa terbantu dalam menghadapi berbagai tantangan, terutama pada aspek promosi dan pengelolaan usaha.

Melalui kombinasi digitalisasi pemasaran, penguatan identitas produk, serta tata kelola keuangan yang lebih terstruktur, KKN-T Universitas Alma Ata berharap UMKM di Desa Sukomulyo dapat memiliki fondasi usaha yang semakin kuat.

Pendampingan tersebut juga menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendorong potensi ekonomi lokal. Dengan pemanfaatan teknologi digital dan pengelolaan bisnis yang lebih tertata, UMKM diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan penjualan, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Sukomulyo.