BANTUL – Universitas Alma Ata melalui tim pengabdian kepada masyarakat melaksanakan Program EMAS ZEST (Empowering Mothers and Society for Zero Stunting) di Iroyudan, Kalurahan Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul sebagai upaya menekan angka stunting sejak masa kehamilan. Program yang didanai oleh Hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Diktisaintek ini melibatkan kader Posyandu Kalurahan Guwosari, ibu hamil, serta sivitas akademika Universitas Alma Ata melalui kegiatan edukasi, pendampingan, integrasi layanan primer, dan penguatan ketahanan pangan keluarga.

Ketua tim pengabdian, Dr. Anafrin Yugistyowati, M.Kep., Sp.Kep., An, menjelaskan bahwa program EMAS ZEST dirancang sebagai respons terhadap meningkatnya kasus stunting, wasting, bayi berat lahir rendah (BBLR), serta tingginya jumlah ibu hamil berisiko di Kabupaten Bantul. Berdasarkan data tahun 2024, prevalensi stunting di wilayah tersebut masih menunjukkan tren peningkatan sehingga dibutuhkan intervensi yang berkelanjutan dan melibatkan masyarakat secara aktif.

“Program EMAS ZEST bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi ibu hamil maupun kader posyandu dalam mencegah stunting sejak masa kehamilan melalui edukasi, pendampingan, serta pengembangan inovasi ketahanan pangan keluarga,” ujar Dr. Anafrin Yugistyowati selaku narasumber.

Program ini juga melibatkan dosen lintas disiplin Universitas Alma Ata, yaitu Fatma Siti Fatimah, S.Kep., Ns., MMR dari Program Studi Administrasi Rumah Sakit, Asti Ratnasari, S.Kom., M.Kom dari Program Studi Sistem Informasi, serta mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan sebagai bagian dari implementasi kolaborasi tridarma perguruan tinggi.

Pelatihan Kader dan Penguatan Integrasi Layanan Primer

Pelaksanaan Program EMAS ZEST diawali dengan pelatihan kader Posyandu yang berfokus pada peningkatan kapasitas dalam penyelenggaraan Integrasi Layanan Primer (ILP). Materi yang diberikan meliputi gizi ibu hamil, pencegahan stunting, literasi kesehatan, literasi digital, hingga teknik komunikasi edukatif kepada masyarakat.

Selain penyampaian materi melalui ceramah dan diskusi, peserta juga mengikuti simulasi dan praktik langsung agar mampu mengimplementasikan pelayanan Posyandu ILP secara optimal. Tim pengabdian turut menyusun serta menerapkan modul pelatihan Program EMAS ZEST yang dilengkapi dengan Kartu Pintar Pemantau Gizi Ibu Hamil sebagai media pendamping dalam pemantauan kondisi ibu selama kehamilan.

Pendampingan Ibu Hamil dan Inovasi Ketahanan Pangan

Tidak hanya memberikan pelatihan kepada kader, tim Universitas Alma Ata juga mendampingi pelaksanaan kelas ibu hamil untuk meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan kehamilan, pemenuhan gizi, serta langkah pencegahan stunting sejak dini.

Sebagai bentuk inovasi berbasis masyarakat, program ini menghadirkan budidaya aquaponik ember “KITA PANEN” yang dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Inovasi tersebut dipadukan dengan EMAS ZEST Kit sehingga masyarakat memiliki alternatif pemenuhan kebutuhan pangan bergizi secara mandiri dan berkelanjutan.

Hasil Program Menunjukkan Peningkatan Kapasitas Kader

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Program EMAS ZEST memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas kader maupun ibu hamil.

Nilai rata-rata post-test kader mencapai 98,8, meningkat sekitar 21,9 poin atau 28,5 persen dibandingkan sebelum pelatihan. Sementara itu, keterampilan kader dalam koordinasi tim, sikap pelayanan, dan pelaporan berada pada kategori sangat baik dengan capaian lebih dari 78,9 persen, meskipun aspek konseling dan pelayanan dasar masih memerlukan penguatan.

Di sisi lain, tingkat kepuasan ibu hamil terhadap layanan Posyandu Integrasi Layanan Primer juga memperoleh kategori Sangat Baik dengan rata-rata skor 89,5. Praktik pemanfaatan inovasi aquaponik ember “KITA PANEN” pun mendapatkan penilaian sangat baik dengan rata-rata skor di atas 85.

Menghasilkan Berbagai Luaran Inovatif

Selain memberikan dampak langsung kepada masyarakat, Program EMAS ZEST juga menghasilkan berbagai luaran akademik dan inovasi yang mendukung keberlanjutan program.

Luaran tersebut meliputi modul pelatihan Program EMAS ZEST, aplikasi Kartu Pintar Pemantau Gizi Ibu Hamil, video pemanfaatan aquaponik ember “KITA PANEN”, poster kegiatan, publikasi berita pada media massa elektronik nasional, artikel ilmiah pada jurnal terindeks SINTA 3, publikasi pada Seminar Nasional Hasil Pengabdian kepada Masyarakat (SENIAS), serta Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk berbagai produk inovasi yang dikembangkan.

Komitmen Universitas Alma Ata Mendukung Pencegahan Stunting

Melalui Program EMAS ZEST, Universitas Alma Ata menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan kader Posyandu, pendampingan ibu hamil, serta pemanfaatan inovasi berbasis potensi lokal.

Program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dalam upaya percepatan penurunan stunting. Kolaborasi antara perguruan tinggi, kader kesehatan, dan masyarakat menjadi fondasi penting untuk mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, serta mampu mencegah stunting sejak masa kehamilan.