Putuskan Mata Rantai Stunting dengan Edukasi Anemia Pada Remaja Putri Banjarnegoro

Putuskan Mata Rantai Stunting dengan Edukasi Anemia Pada Remaja Putri Banjarnegoro

Universitas Alma Ata – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Alma Ata (UAA) Yogyakarta Kelompok 01 Banjarnegoro dengan dosen pembimbing Dr. Effatul Afifah, RD., MPH menginisiasi kegiatan Penyuluhan dan Edukasi Anemia pada Remaja Guna Pencegahan Stunting di Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang pada hari Jum’at, 25 Agustus 2023. Kegiatan ini penting dilakukan, mengingat bahwa akar pemasalahan kejadian stunting dimulai dari remaja putri yang mangalami KEK dan anemia. Kegiatan ini hadiri oleh Bidan Desa Banjarnegoro, Ibu Kepala Desa Banjarnegoro, dan Ahli Gizi dari Puskesmas Mertoyudan 2.

Tim KKN-T Kelompok 1 menghimpun remaja dengan rentang usia 17-24 tahun sebagai partisipan penyuluhan. Pemilihan kriteria peserta ini dilandasi oleh beberapa faktor, seperti kematangan dalam berpikir dan dikategorikan siap menuju kehidupan berumah tangga.

Pencegahan Stunting dan Anemia menjadi topik bahasan pada penyuluhan remaja. Pemilihan topik ini sejalan dengan permasalahan yang diangkat dalam Warta Kesmas Edisi II yang disampaikan oleh Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kesehatan bahwa salah satu masalah kekurangan gizi yang masih cukup tinggi di Indonesia adalah stunting, anemia serta Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil.

Pihak Desa Banjarnegoro menyampaikan bahwa penyuluhan remaja tentang stunting di Banjarnegoro ini adalah yang pertama kalinya, semoga anak-anak remaja Banjarnegoro bisa menghindari pernikahan dini sebagai pencegahan stunting sejak dini dan lebih mengutamakan pendidikan sehingga diharapkan menjadi anak yang sukses.

“Pengenalan Stunting itu perlu bagi remaja apalagi zaman sekarang pergaulan sangat bebas dan kita tidak bisa terlepas dari handphone, sekarang banyak remaja yang masih muda-muda tapi sudah menikah, padahal tubuhnya belum siap, untuk itu sebaiknya gunakan masa remaja ini untuk kegiatan produktif lainnya dulu sambil menunggu organ reproduksinya matang,” sambung Ibu Lia Astria (Bidan Desa Banjarnegoro).

Kegiatan ini meliputi pemaparan materi, diskusi dan tanya jawab serta dilengkapi dengan praktik pengukuran KEK pada remaja. Riska Audia Putri dan Wahyunita Okta Fahlevi sebagai pemateri pertama menekankan pentingnya mengenali stunting sejak dini secara menyeluruh mulai dari penyebab, dampak, peran penting remaja dan pencegahannya.

Sementara itu, Fina Syafeti sebagai pemapar materi anemia menyampaikan pentingnya mengenali gejala anemia, dampak jangka pendek dan panjangnya, pengklasifikasian anemia, serta pencegahannya.a akan menjadi calon Ibu. Anemia harus segera diatasi dengan mengonsumsi makanan bergizi serta rutin minum obat tambah darah,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Tim KKN-T UAA juga memberikan obat tambah darah kepada remaja, serta bersama-sama menyerukan tema warta kesmas “Cegah Stunting Itu Penting” dengan penuh semangat.(*)

Sumber : https://www.krjogja.com/kedu/1242950574/putuskan-mata-rantai-stunting-dengan-edukasi-anemia-pada-remaja-putri-banjarnegoro

1
Silahkan berkirim pesan kepada kami

Saluran ini khusus untuk informasi PMB, Untuk informasi selain PMB silahkan menghubungi Customer Service kami di nomer telepon.
0274-434-22-88
atau silahkan mengakses laman
https://almaata.ac.id/customer-service/
Terimakasih.