Universitas Alma Ata Menggelar Workshop Dalam Rangka Menyambut Kebijakan Kampus Merdeka dan Kebijakan Terkait.

Universitas Alma Ata Menggelar Workshop Dalam Rangka Menyambut Kebijakan Kampus Merdeka dan Kebijakan Terkait.

Diantara topic yang diangkat dalam workshop kali ini adalah dengan kebijakan kampus merdeka kita tingkatkan kualitas outcome pendidikan dan perkuat daya saing serta ketangguhan Universitas Alma Ata. Untuk memperkuat resilience eksistensi kampus dimasa-masa mendatang. Kebijakan kampus merdeka membuka persaingan secara langsung yang diantaranya mencakup kemerdekaan untuk melakukan akreditasi, membuka prodi baru dan memerdekakan mahasiswa untuk mendapatkan kesempatan yang seluas-luasnya.

Kampus merdeka jika tidak kita pahami dengan baik, kita akan menghadapi kerasnya persaingan yang sangat terbuka dari  universitas lain tidak hanya kampus dalam negeri tetapi juga kampus luar negeri yang saat ini mulai banyak bermunculan di negeri ini. Universitas tidak boleh lengah meskipun akreditasi dibebaskan, maka bisa jadi hal ini menyebabkan kelengahan prodi yang belum memiliki akreditasi yang mencukupi. Kelengahan tersebut bisa mematikan eksistensi prodi yang bersangkutan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Bagi prodi yang sudah baik akreditasinya lebih leluasa untuk melihat peluang yang ada dipasar dan sangat mungkin mendominasi. Akan tetapi, juga harus ada penyesuaian yang perlu dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan pasar hari ini.

“Beberapa telah pendapat, kebijakan kampus merdeka bisa membuat prodi dan kampus yang kuat menjadi semakin kuat – tetapi sebaliknya prodi dan kampus yang belum memiliki akreditasi yang baik berpotensi untuk menjadi semakin lamah dan bahkan mati jika lalai untuk mengejar peringkat yang lebih baik.” Kata Prof. Dr. Hamam Hadi, M.S, Sc,D., Sp.GK, Rektor Univesitas Alma Ata. Hal ini lah yang harus dipahami bersama untuk mengembangakan prodi di UAA yang sudah siao membangun prodi diluar homebase.

Merdeka belajar

Mahasiswa harus diberikan kemerdekaan untuk menghabiskan 3 semester diluar prodi nya dengan difasilitasi oleh prodi dan kampus. Tiga semester ini akan digunakan utnuk belajar diluar prodi di universitas yang sama satu semester dan dua semester sisanya dihabiskan di ranah industry dan BUMN. Hal ini diharapkan dapat menutup GAP keilmuwan dan pengalaman lulusan yang dihasilkan oleh universitas.

Oleh karena itulah, prodi harus menyesuaikan kurikulum supaya lebih friendly dengan kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh pemerntah. Dengan mmeberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar lebih kama di dunia kerja yang akan dituju. Sisi lainya, dengan menghabiskan magang selama dua semester, maka hal ini dapat memudahkan juga tempat magang untuk memberikan penilaian dan sekaligus penyaringan terhadap tenaga terbaik yang dapat akhirnya ditarik untuk bekerja di perusahaan.

Selain magang, hal lain yang harus diberikan kepada mahasiswa juga adalah kemerdekaan untuk belajar di kamus lain baik melalui program earning cfrrret=dit, transfer credit, sister university dan lain-lain. Oleh karena itu, kampus melalui prodi harus menyiapkan skema tersebut mulai dapi perencanaan sampai dengan evaluasi dan penilaian terhdap apa yang sudah didaptakan mahasiswa sesuai dengan pengukuran yang ada di universitas.

 

Kampus Merdeka Belajar 2020
Universitas Alma Ata

 

 

1
Silahkan berkirim pesan kepada kami

Saluran ini khusus untuk informasi PMB, Untuk informasi selain PMB silahkan menghubungi Customer Service kami di nomer telepon.
0274-434-22-88
atau silahkan mengakses laman
https://almaata.ac.id/customer-service/
Terimakasih.
Powered by