Angka Stunting di Bayanan Kulon Tinggi, Pendampingan Pencegahan Dilakukan

Angka Stunting di Bayanan Kulon Tinggi, Pendampingan Pencegahan Dilakukan

Universitas Alma Ata – Dalam upaya menekan angka stunting di wilayah Kecamatan Mertoyudan, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Alma Ata (UAA) Yogyakarta melaksanakan salah satu program kerja yakni demo masak MPASI untuk balita. Pengadaan program kerja demo masak Makanan Pendamping ASI (MPASI) ini dapat menjadi solusi mencegah dan mengurangi angka stunting mengingat di Dusun Bayanan Kulon angka stuntingnya tertinggi di Desa Pasuruhan, Magelang.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek dari usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir. Akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membantu mengatasi masalah stunting di masyarakat. Dengan memberikan pemahaman kepada ibu hamil dan ibu balita tentang pentingnya nutrisi dan pemberian makanan yang tepat bisa mencegah stunting dan memberikan generasi mendatang kesempatan untuk tumbuh optimal,” ungkap Herwinda Kusuma Rahayu, S.GZ., M.P.H selaku Dosen Pembimbing Lapangan KKNT UAA Pasuruhan, (21/8/2023).

Tidak hanya demo masak, KKNT UAA juga melakukan penyuluhan dengan pemberian informasi mengenai cara pengolahan MPASI yang baik dan benar. Pengolahan MPASI ini sebagai langkah penting untuk mencegah bayi mengalami stunting, sehingga perlu diperhatikan karena masalah stunting pada anak-anak merupakan perhatian serius dalam upaya meningkatkan kesehatan generasi mendatang.

“Demo memasak MPASI menjadi langkah pencegahan yang penting dengan tujuan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya nutrisi pada masa-masa awal kehidupan. Oleh karena itu, acara demo memasak MPASI ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada ibu hamil dan ibu balita tentang pemberian makanan yang tepat dan bergizi dalam mendukung pertumbuhan optimal anak,” imbuh Herwinda.

Dokter Bekasi : “Saya jamin persendian Anda akan seperti baru!”

Mahasiswa gizi KKNT UAA mempraktikkan cara memasak hidangan yang kaya akan nutrisi seperti sayuran berwarna-warni, protein nabati dan hewani, serta sumber karbohidrat yang baik untuk pertumbuhan. Selain itu, para ibu hamil dan ibu balita juga diberikan informasi tentang kombinasi bahan makanan yang tepat untuk mencapai keseimbangan gizi yang dibutuhkan.

Dalam penyusunan program kerja ini mempertimbangkan bahan-bahan berkualitas yang mudah diperoleh seperti nasi, bayam, tahu, mentega, garam, ayam dan alat masak sederhana seperti blender, panci, saringan dan kompor. Demo masak ini diterapkan dengan pengolahan MPASI bubur bayi bagi balita usia 6-8 bulan dan usia 8 bulan ke atas.

Acara demo memasak MPASI ini diharapkan akan memberikan dampak positif dalam upaya pencegahan stunting. Melalui edukasi, interaksi, dan praktik memasak yang diberikan dalam acara ini, diharapkan ibu hamil dan ibu balita dapat lebih siap dalam memberikan nutrisi yang tepat kepada anak-anak mereka, serta menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan.

Sumber : https://www.krjogja.com/kedu/1242948162/angka-stunting-di-bayanan-kulon-tinggi-pendampingan-pencegahan-dilakukan

1
Silahkan berkirim pesan kepada kami

Saluran ini khusus untuk informasi PMB, Untuk informasi selain PMB silahkan menghubungi Customer Service kami di nomer telepon.
0274-434-22-88
atau silahkan mengakses laman
https://almaata.ac.id/customer-service/
Terimakasih.