Kecerdasan Buatan Baik atau Buruk untuk Umat Manusia ?

Kecerdasan Buatan Baik atau Buruk untuk Umat Manusia ?

 

Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) berkembang semakin cepat pada beberapa tahun sekarang ini. Dan apa kah Artificial Intelligence itu sendiri, Artificial Intelligence (AI) lebih dekat dengan mesin pintar atau robot. Dari berbagai arti Artificial Intelligence mempunyai banyak definisi dalam pengertian yang lebih singkat Artificial Intelligence mempuntai definisi

Kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah

Minsky mendefinisikan bahwa kecerdasan buatan adalah suatu ilmu yang mempelajari cara membuat komputer melakukan sesuatu seperti yang dilakukan manusia. Sedang oleh H.A. Simon kecerdasan buatan merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas.

Tidak dapat dipungkiri pada perkembangan teknologi sekarang ini artificial intelligence menjadi semakin luas dan sangat membantu bagi setiap kegiatan manusia mulai dari hal yang sedarhana hingga yang paling rumit. Namun baru-baru ini para pakar teknologi mulai memperdebatkan perkembangan Artificial Intelligence yang berjalan sangat cepat. Salah satu nya adalah Elon Musk dalam kicauanya kepada Max Versace, CEO dari robotics and computing company Neurala dan pendiri Direktur dari Boston University Neuromorphics Lab. Memberikan peringatan

artificial intelligence should be regulated because it’s a fundamental risk to the existence of human civilization.”

Bahwa kita harus memberi regulasi atau peraturan untuk perkembangan artificial intelligence kedepan, karena tidak dapat di pungkiri artificial intelligence itru sendiri bias menjadi akhir dari peradaban manusia. Namun siapa sebenarnya Elon Musk, dikutip dari sebuah bibiografi Elon Musk adalah seorang inovator, insinyur, entrepreneur dibidang energy terbarukan. Beliau juga pendiri dan pemilik perusahan besar seperti SpaceX, PayPal, Tesla Inc., Hyperloop, SolarCity, OpenAI, The Boring Company, Neuralink, Zip2.

Pada pendapatnya yang lain artificial intelligence dapat menimbulkan terjadinya perang dunia ketiga. Tidak dapat dipungkiri film terminator dapat menjadi kenyataan dimana para robot akan memusnahkan umat manusia. Pendapat itu pun medapat saggahan dari pemilik facebook mark zuckerberg dalam kicauannya mark mengatakan bahwa Musk mempunyai kekawatiran yang berlebihan mengenai perkembangan AI dan kiamat yang terjadi karena AI.

Pendapat lain diutarakan oleh pemimpin rusia Vladimir Putin

“Artificial intelligence is the future, not only for Russia, but for all humankind,” 

Bahwa AI merupakan masa depan, bukan Cuma untuk rusia namun juga umat manusia,

“It comes with colossal opportunities, but also threats that are difficult to predict. Whoever becomes the leader in this sphere will become the ruler of the world.”

Dan merpakan sebuah peluang dan sulit di prediksi dan siapa menguasai AI akan menjadi pemimpin dunia.

Dan bagaimana dengan kamu?

Apakah perkembangan artificial intelligence merupakan suatu dari awal keburukan atau menjadikan sesuatu yang akan menjadi kebaikan.

Disini kita sebagai umat islam tidak akan mempungkiri kemajuan teknologi yang begitu pesat selama mempunyai manfaat yang besar dan tidak menimbulkan kerugian bagi manusia, selain itu kita sebagai manusia harus mengetahui batasan bahwa kita mempunyai sang pencipta dan kiranya kita sebagai penguna akal dan kecerdasan tidak menjadi takabur dan lupa akan kebesaran Allah SWT.