YOGYAKARTA – Universitas Alma Ata berhasil meraih gelar juara umum kategori perguruan tinggi dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQH NU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diselenggarakan di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Minggu (11/10/2026). Kegiatan yang diikuti 136 kafilah ini diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah (PW) JQH NU DIY bekerja sama dengan UNU Yogyakarta sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 sekaligus upaya memperkuat syiar Al-Qur’an di kalangan santri dan mahasiswa.
Diikuti 136 Kafilah dalam Enam Cabang Lomba
MTQ JQH NU DIY 2026 mempertandingkan enam cabang lomba, yaitu Tilawah Al-Qur’an, Tahfidz Al-Qur’an, Tartil Al-Qur’an, Qira’at Sab’ah, Kaligrafi Al-Qur’an, dan Tafsir Al-Qur’an. Kegiatan ini menjadi wadah bagi santri, pelajar, dan mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Ketua PWNU DIY, Dr. KH Ahmad Zuhdi Muhdlor, menekankan pentingnya pembinaan Al-Qur’an secara berjenjang dan berkelanjutan di lingkungan Nahdlatul Ulama.
“Pembinaan Al-Qur’an perlu dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat Majelis Wakil Cabang (MWC) NU, Pengurus Cabang (PC) NU, hingga Pengurus Wilayah (PWNU). Dengan pola tersebut, kegiatan MTQ diharapkan menjadi bagian dari gerakan pembinaan yang berkesinambungan,” tegas KH Zuhdi Muhdlor.
Perkuat Kolaborasi Pesantren dan Perguruan Tinggi
Wakil Rektor UNU Yogyakarta Bidang Kepesantrenan, Dr. Abdul Ghofar, M.B.A., menyambut baik penyelenggaraan MTQ yang mempertemukan tradisi pesantren dengan lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam mengembangkan nilai-nilai Al-Qur’an di lingkungan pendidikan tinggi.
“Ini merupakan kolaborasi MTQ yang pertama. Semoga ke depan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dengan skala yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak peserta serta perguruan tinggi,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua PW JQH NU DIY, KH Ujang Sihabudin, menyampaikan bahwa MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana syiar Hari Santri dan pembinaan generasi muda dalam mendalami Al-Qur’an. Ia berharap JQH NU dapat semakin berkembang di lingkungan perguruan tinggi, khususnya Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU).
“Melalui kegiatan ini, kami berharap JQH NU semakin membumi, tidak hanya di pondok pesantren, tetapi juga di lingkungan perguruan tinggi. Karena itu, pembentukan komisariat JQH NU di perguruan tinggi, khususnya PTNU, menjadi salah satu harapan untuk memperluas pembinaan generasi muda pencinta Al-Qur’an,” ungkapnya.
Sleman dan Universitas Alma Ata Raih Gelar Juara Umum
Setelah melalui rangkaian perlombaan dalam enam cabang, panitia menetapkan dua peraih gelar juara umum dari kategori yang berbeda. Pada kategori PC JQH NU, gelar juara umum diraih PC JQH NU Kabupaten Sleman. Sementara itu, pada kategori perguruan tinggi di lingkungan PTNU, Universitas Alma Ata berhasil meraih juara umum.
Para pemenang memperoleh trofi, piagam penghargaan, bingkisan, serta uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih. Capaian Universitas Alma Ata dalam MTQ JQH NU DIY 2026 ini menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembinaan generasi muda yang mencintai Al-Qur’an serta mengembangkan nilai-nilai keislaman di lingkungan akademik.