Sabtu, 26 Juni 2021, Alma Ata Graduate School of Public Health (AAGSPH) telah sukses menyelenggarakan webinar nasional yang berjudul “The Triple Burden Malnutrition: Post-COVID 19 Challenges and Strategies”. Webinar nasional ini merupakan webinar pertama dari rangkaian webinar series yang akan dilaksanakan oleh AAGSPH selama satu semester ke depan, sebagai bentuk kontribusi AAGSPH sebagai akademisi dalam merespon isu-isu terkini terkait kesehatan masyarakat. Webinar ini mendapatkan 2 SKP IAKMI dan 2 SKP PERSAGI serta dihadiri tidak kurang dari 449 peserta yang berasal dari berbagai kalangan yang berkecimpung dalam bidang kesehatan masyarakat, antara lain mahasiswa, dosen, serta tenaga kesehatan di rumah sakit, puskesmas, dan dinas kesehatan. Pembicara yang hadir antara lain Dr. Jee Hyun Rah dari UNICEF Indonesia, Dr. Minarto, MPS sebagai Dewan Penasehat Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), Dr. Dr. Rr. Dhian Proboyekti Dipo, SKM, MA dari Direktorat Gizi Kementrian Kesehatan RI, dan Dr. Entos Zainal, SP, MPHM sebagai Ketua PERSAGI Pusat serta dibuka oleh dr. Agustin Kusumayati, M.Sc., Ph.D selaku Ketua AIPTKMI dan Prof. dr. Hamam Hadi, MS, Sc.D, Sp.GK selaku Rektor Universitas Alma Ata Yogyakarta.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Alma Ata menekankan pentingnya berdiskusi bersama dalam forum-forum ilmiah nasional terkait isu triple burden malnutrition yang masih membutuhkan upaya keras untuk menyelesaikannya. Ketua AIPTKMI kemudian menyoroti kemungkinan naiknya angka penyakit tidak menular sebagai dampak dari rendahnya aktivitas fisik selama pandemi COVID-19. Pada presentasinya, UNICEF menyampaikan bahwa, bahkan sebelum pandemi, masalah triple burden malnutrition masih berjalan lambat dan semakin melambat akibat pandemi karena banyak fasilitas kesehatan yang tidak mampu menjalankan program gizi dan kesehatan dengan optimal. Oleh karena itu, perlu kerjasama dari berbagai pihak serta peningkatan kemampuan masing-masing tenaga kesehatan untuk melakukan inovasi-inovasi lokal sehingga program dapat terus berjalan. Hal ini diperkuat lagi dengan presentasi dari Ketua PERSAGI dan Direktorat Gizi Kementrian Kesehatan RI. Dr. Minarto, MPS kemudian menutup webinar ini dengan presentasi yang menarik terkait proses pemilihan strategi yang tepat dalam mengatasi berbagai macam masalah gizi dan kesehatan di masyarakat.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Alma Ata menekankan pentingnya berdiskusi bersama dalam forum-forum ilmiah nasional terkait isu triple burden malnutrition yang masih membutuhkan upaya keras untuk menyelesaikannya. Ketua AIPTKMI kemudian menyoroti kemungkinan naiknya angka penyakit tidak menular sebagai dampak dari rendahnya aktivitas fisik selama pandemi COVID-19. Pada presentasinya, UNICEF menyampaikan bahwa, bahkan sebelum pandemi, masalah triple burden malnutrition masih berjalan lambat dan semakin melambat akibat pandemi karena banyak fasilitas kesehatan yang tidak mampu menjalankan program gizi dan kesehatan dengan optimal. Oleh karena itu, perlu kerjasama dari berbagai pihak serta peningkatan kemampuan masing-masing tenaga kesehatan untuk melakukan inovasi-inovasi lokal sehingga program dapat terus berjalan. Hal ini diperkuat lagi dengan presentasi dari Ketua PERSAGI dan Direktorat Gizi Kementrian Kesehatan RI. Dr. Minarto, MPS kemudian menutup webinar ini dengan presentasi yang menarik terkait proses pemilihan strategi yang tepat dalam mengatasi berbagai macam masalah gizi dan kesehatan di masyarakat.
download materi seminar : https://drive.google.com/drive/folders/1t7fTkAGG3pWrisEJrXbAtc7n3Y3WGDAp?usp=sharing
- 5 Kampus Swasta Terbaik di Yogyakarta yang Masih Membuka Penerimaan Mahasiswa Baru 2026
- Universitas Alma Ata Terjunkan 85 Mahasiswa KKNT ke Brebes, Dorong Kesehatan dan Ekonomi Masyarakat
- 86 Mahasiswa Universitas Alma Ata Jalani KKNT di Kota Tegal, Fokus Kesehatan dan Potensi Lokal
- 89 Mahasiswa Universitas Alma Ata Jalani KKN-T di Srumbung, Bawa Misi Cegah PTM
- KKN-T Universitas Alma Ata di Kendal, 87 Mahasiswa Didorong Ciptakan Dampak bagi Masyarakat
- Dari Digital hingga Kesehatan, ini rekomendasi jurusan untuk Gen Z
- Perbedaan Jurusan Sistem Informasi dan Informatika, Mana yang Cocok untuk kamu?
- Jurusan Teknik Informatika: Program Studi dengan Prospek Karier Cerah di Era Digital
- Universitas Swasta Terbaik di Jogja
- Daftar Kampus NU Terbaik di Indonesia