Mahasiswa KKN Tahfidzul Qur’an Kelompok 02 Universitas Alma Ata melaksanakan program optimalisasi sistem pembelajaran di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Al-Amin, Jalan Perjuangan, Jaddan, Kalurahan Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program tersebut disosialisasikan pada Sabtu, 29 Agustus 2026, pukul 15.30 WIB di Aula Masjid Jami’ Jadda Al-Amin sebagai upaya meningkatkan keteraturan proses pembelajaran Al-Qur’an dan mendukung pendidikan generasi Qur’ani sejak usia dini.
Membenahi Sistem Pembelajaran TPA
Program optimalisasi tersebut disusun berdasarkan kondisi TPA Al-Amin yang sebelumnya belum memiliki sistem pembelajaran yang terstruktur, terutama dalam pembagian kelas, jadwal pembelajaran, serta pendataan kehadiran santri. Sosialisasi dihadiri oleh pengurus masjid, para pengajar TPA, tokoh masyarakat, Ketua RT, serta para wali santri.
Miftahul Adila Fitria, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam sekaligus Ketua KKN Tahfidzul Qur’an Kelompok 02 Universitas Alma Ata, menjelaskan bahwa program ini diarahkan untuk membenahi sistem pembelajaran secara menyeluruh.
“Selama ini TPA Al-Amin berjalan dari niat baik dan kerja keras para pengajar, namun sistemnya masih belum tertata. Melalui program ini, kami ingin membenahi secara menyeluruh, mulai dari pendataan santri, pembagian kelas sesuai jenjang Iqra, standarisasi metode mengajar antar pengajar, penetapan tata tertib dan absensi, hingga penambahan materi hafalan berupa surat pendek dan doa harian.”
Menyusun Jenjang Pembelajaran Santri
Selain pembenahan administrasi dan kegiatan belajar, program ini juga menetapkan target capaian yang disesuaikan dengan kemampuan santri dalam menyelesaikan setiap jilid Iqra. Setelah mencapai standar bacaan Iqra dan Al-Qur’an, santri diarahkan untuk mengikuti jenjang pembelajaran berikutnya berupa kelas Al-Qur’an dan program tahfidz Juz 30.
Sistem tersebut juga dilengkapi dengan evaluasi akhirussanah dan haflah sebagai bentuk evaluasi perkembangan pembelajaran sekaligus apresiasi bagi para santri.
Mendapat Dukungan Pengajar dan Wali Santri
Program optimalisasi sistem pembelajaran mendapat dukungan dari Ketua RT, Ketua TPA, para pengajar, serta pengurus Masjid Jami’ Jadda Al-Amin. Mereka berharap sistem yang telah dirancang dapat diterapkan secara berkelanjutan dan tidak berhenti setelah masa pelaksanaan KKN selesai.
Para wali santri yang hadir juga menyambut baik program tersebut. Dengan sistem pembelajaran yang lebih tertata, kegiatan belajar mengaji diharapkan dapat berlangsung secara lebih terarah dan mendukung perkembangan kemampuan membaca Al-Qur’an, hafalan, serta kedisiplinan santri sejak usia dini.