Mahasiswa KKN-T Kelompok 7 Universitas Alma Ata menggelar sosialisasi pengelolaan sampah melalui konsep bank sampah bagi ibu-ibu PKK Desa Pucanganom, Srumbung, Magelang, pada Minggu, 20 September 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 16.00 WIB di Dusun Pucanganom tersebut menjadi salah satu program kerja KKN-T untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri dan berkelanjutan.

Edukasi Pengelolaan Sampah melalui Bank Sampah

Kegiatan dilaksanakan melalui kerja sama mahasiswa KKN-T Universitas Alma Ata dengan Pemerintah Desa Pucanganom serta mendapat bimbingan dan pendampingan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang. Para peserta mendapatkan edukasi mengenai pengertian dan manfaat bank sampah, baik bagi lingkungan maupun ekonomi keluarga.

Mahasiswa KKN-T juga menjelaskan cara memilah sampah berdasarkan jenisnya, mulai dari sampah organik, anorganik, hingga sampah yang dapat didaur ulang atau memiliki nilai jual. Selain itu, peserta diperkenalkan dengan mekanisme menabung sampah yang meliputi proses pengumpulan, penimbangan, pencatatan, hingga penukaran sampah menjadi nilai rupiah.

Kenalkan Dropbox dan Pemanfaatan Sampah

Untuk memberikan gambaran secara langsung, mahasiswa KKN-T menghadirkan contoh dropbox sampah yang dapat digunakan sebagai sarana pemilahan sampah berdasarkan jenisnya. Contoh tersebut diperkenalkan kepada ibu-ibu PKK sebagai salah satu alternatif sarana yang dapat diterapkan di lingkungan rumah tangga.

Edukasi kemudian dilanjutkan dengan praktik pemanfaatan sampah anorganik melalui pembuatan pot tanaman dari galon bekas air mineral. Praktik ini menunjukkan bahwa barang bekas dapat diolah kembali menjadi benda yang memiliki nilai guna dan estetika sekaligus menjadi salah satu upaya mengurangi sampah plastik.

Hadirkan Edukasi Berkelanjutan tentang Sampah

Selain sosialisasi dan praktik, mahasiswa KKN-T 7 juga membuat serta memasang plang informasi mengenai masa penguraian berbagai jenis sampah. Informasi tersebut mencakup sampah organik, kertas, plastik, kaca, hingga logam dan ditempatkan di lokasi yang mudah dilihat masyarakat.

Keberadaan plang diharapkan dapat menjadi pengingat sekaligus sarana edukasi berkelanjutan mengenai dampak sampah terhadap lingkungan. Program ini juga diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya unit bank sampah yang dapat dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Pucanganom.

Dorong Lingkungan Bersih dan Bernilai Ekonomi

Melalui kegiatan tersebut, KKN-T 7 Universitas Alma Ata mendorong masyarakat untuk melihat sampah tidak hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga sebagai material yang dapat dikelola dan memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi. Program ini sekaligus menjadi bentuk sinergi mahasiswa, Pemerintah Desa Pucanganom, dan DLH Kabupaten Magelang dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat.