MAGELANG – Mahasiswa KKN-T Kelompok 1 Universitas Alma Ata menggelar pelatihan pembuatan mi sayur bagi masyarakat Dusun Ngepos dan Dusun Cabe Lor, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, pada Sabtu (12/9/2026). Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai konsumsi sayuran sekaligus mengenalkan keterampilan mengolah bahan pangan lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah gizi dan ekonomi.

Olah Sayuran Menjadi Mi

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan pemanfaatan sayuran seperti bayam, wortel, dan sawi sebagai bahan dalam pembuatan mi. Sayuran digunakan sebagai bahan alami yang dapat memberikan warna sekaligus menambah unsur gizi pada produk olahan.

Peserta mendapatkan pendampingan secara langsung mulai dari pemilihan bahan, pembuatan adonan, pencampuran ekstrak sayuran, pencetakan, hingga proses perebusan. Setiap tahapan diperagakan oleh mahasiswa sehingga peserta dapat mengikuti dan mempraktikkannya secara mandiri.

Dorong Konsumsi Sayuran melalui Olahan Kreatif

Mi sayur dipilih sebagai salah satu bentuk inovasi pangan karena produk mi cukup familiar bagi masyarakat, termasuk anak-anak. Pengolahan sayuran menjadi produk yang lebih menarik diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam memperkenalkan konsumsi sayuran melalui bentuk makanan yang berbeda.

Selain praktik, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya mengonsumsi makanan bergizi dan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Kenalkan Peluang Usaha Berbasis Pangan Lokal

Pelatihan tidak hanya berfokus pada proses pembuatan mi. Masyarakat juga mendapatkan pengetahuan mengenai pengemasan sederhana dan peluang pemasaran produk sebagai usaha rumahan.

Mahasiswa mengenalkan bahwa bahan pangan yang tersedia di desa dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah. Dengan pengemasan dan pemasaran yang tepat, inovasi pangan lokal berpotensi menjadi salah satu alternatif produk usaha masyarakat.

Antusiasme Masyarakat Ikuti Pelatihan

Peserta dari RT 1 dan RT 2 Dusun Ngepos maupun Dusun Cabe Lor terlihat antusias mengikuti kegiatan. Mereka aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta bekerja sama dalam kelompok untuk membuat mi sayur dengan variasi warna alami.

Diskusi juga berkembang pada kemungkinan mengembangkan mi sayur sebagai produk usaha kecil yang memanfaatkan hasil pertanian di lingkungan sekitar. Hal tersebut menunjukkan ketertarikan masyarakat terhadap inovasi pangan sekaligus peluang pengembangan produk lokal.

Kegiatan yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan Pramitha Sari, S.Gz., Dietisien, M.H.Kes. ini menjadi salah satu bentuk pengabdian KKN-T Universitas Alma Ata kepada masyarakat. Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa berharap masyarakat Dusun Ngepos dan Cabe Lor dapat semakin terdorong menerapkan pola konsumsi yang lebih sehat serta memanfaatkan potensi pangan lokal untuk mendukung kemandirian ekonomi keluarga.