Dua dosen PGSD, yaitu Intan Kurniasari Suwandi, M.Pd. dan Indah Perdana Sari, M.Pd. lolos hibah Penelitian Dosen Pemula 2018. Kedua peneliti mengusung penelitian berjudul “Pengembangan Buku Teks Berbasis Nasionalisme dengan Metode Value Clarification Technique (VCT)”. Buku teks dipilih guna membantu pengembangan karakter nasionalisme anak bangsa. Buku teks mempunyai keuntungan apabila digunakan dalam pembelajaran, antara lain mudah disesuaikan dengan berbagai tujuan dan lingkungan pembelajaran, desainnya mudah digunakan, dan dapat dipergunakan kembali (Heinich, et al., 2002). Selain itu, berdasar hasil pengamatan di beberapa sekolah dasar Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul (2017), buku teks yang biasa digunakan dalam pembelajaran di kelas yang menerapkan Kurikulum 2013 ialah “Buku Siswa” dan “Buku Guru” dari Kemdikbud. Sedangkan kelas yang menerapkan Kurikulum 2006 (KTSP) menggunakan buku teks pelajaran dari penerbit tertentu. Penggunaan buku teks penunjang dalam pembelajaran masih jarang. Umumnya, buku penunjang yang digunakan ialah berupa Lembar Kerja Siswa. Guru belum menggunakan buku lain untuk menunjang apa yang sedang/telah dipelajari siswa. Padahal peserta didik memerlukan sarana lain untuk membangun dan/atau mengembangkan pemahamannya, khusus pemahaman tentang karakter nasionalisme. Sedangkan metode VCT dipilih sebagai salah satu cara penyampaian materi pelajaran dalam buku teks, sehingga dapat membantu membina siswa dalam mengidentifikasi, menilai, dan mengambil keputusan nilai mana yang akan dipilih. Metode VCT ini unggul unuk pembelajaran afektif karena (1) mampu membina dan mempribadikan nilai dan moral, (2) mampu mengklafikasi dan mengungkapkan isi pesan materi yang disampaikan, (3) mampu mengklarifikasi dan menilai kualitas nilai moral siswa dan nilai moral dalam kehidupan nyata, (4) mampu mengundang, melibatkan, membina, dan mengembangkan potensi diri siswa terutama potensi afektualnya, (5) mampu memberikan pengalaman belajar dalam berbagai kehidupan, (6) mampu menangkal, meniadakan, mengintervensi, dan menyubversi berbagai nilai moral naif yang ada dalam sistem nilai dan moral yang ada dalam diri seseorang, dan (7) menuntun dan memotivasi untuk hidup layak dan bermoral tinggi (A. Kosasih Djahiri, sekolahdasar.net, 2011).
- Tanamkan Sikap Saling Menghargai, KKN-T 32 Alma Ata Edukasi Anti-Bullying di SDN Krasak 2
- KKN-T 13 Alma Ata Bersama Puskesmas Kaliwungu Selatan Gelar Skrining TBC dan CKG di Plantaran
- Cegah Obesitas dan Diabetes, KKN-T 27 Alma Ata Edukasi Siswa MAS Asy-Syafi’iyyah
- Bekali Remaja dengan Pergaulan Sehat, KKN-T Alma Ata Edukasi Siswa MA NU 04 Boja
- KKN-T Alma Ata Dampingi Edukasi Gizi dan Pemberian PMT bagi Balita Desa Jerukagung
- Lewat Puding Bunga Telang, KKN-T Alma Ata Edukasi Gizi bagi Lansia Limbangan Kulon
- KKN-T 19 UAA Bantu UMKM Pesurungan Kidul Perluas Pemasaran melalui Digitalisasi
- KKN-T 25 Alma Ata Bantu UMKM Pasar Batang Tingkatkan Visibilitas dan Legalitas Usaha
- Bekali Literasi Finansial, KKN-T 10 Alma Ata Kenalkan Investasi kepada Siswa SMA Negeri 1 Pegandon
- “Aku Berani Menjaga Diriku”, KKN-T Alma Ata Bekali Siswa dengan Edukasi Perlindungan Diri