Universitas Alma Ata menyelenggarakan Seminar Sehari Penguatan Sistem pelayanan Kesehatan dan Penanganan TB dan DF bekerjasama dengan TMU dan CDC, Taiwan

Universitas Alma Ata menyelenggarakan Seminar Sehari Penguatan Sistem pelayanan Kesehatan dan Penanganan TB dan DF bekerjasama dengan TMU dan CDC, Taiwan

Universtas Alma Ata bekerjasama dengan Taipei Medical University (TMU) dan Centre of Disease Control (CDC) pemerintah Taiwan Menyelenggarakan Seminar sehari dalam penanganan Tuberculosis (TB) dan Dengue Fever (DF). Berbicara sebagai narasumber adalah Prof. Tzay-Jinn Chen, Director, Taipei Medical University Research Center of Health and Welfare, Taipei Medical University. Beberapa yang hadir didalam seminar sehari ini perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Hadir pula perwakilan direktur Rumah Sakit di DIY dan Provinsi Jawa Tengah.

Dibuka oleh Prof. Dr. Hamam Hadi, MS., Sc.D., Sp.GK., Rektor Universitas Alma Ata Yogyakarta, disampaikan bahwa TB dan DF masih merupakan penyakit yang sangat sering menghantui beberapa daerah di Indonesia. Di Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo memiliki jumlah kasus TB dan DF yang paling tinggi. Sementara itu, daerah sepanjang pantai selatan di Jawa Tengah dilaporkan masih memiliki kasus TB dan DB. Oleh karena itu, pengalaman penanganan TB dan DF di Taiwan yang akan disampaikan oleh Prof. Chen kali ini adalah hal yang sangat penting untuk bisa dipelajari oleh Bangsa Indonesia.

Disampaikan oleh Prof. Chen bahwa TB dan DF di Taiwan telah berhasil dikendalikan dengan sangat baik. Kejadian outbreak terbesar yang terjadi di Taiwan adalah pada tahun 2014. Hanya dalam waktu 3 tahun, Taiwan melalui CDC telah berhasil mengontrol TB dab DF dengan sangat baik. Saat ini 92 % pasien yang terkena TB dan DF telah berhasil disembuhkan. Resistensi terhadap penyakit ini juga sangat kecil. Pengalaman penanggulangan dan penanganan TB dan DF inilah yang kemudian didesiminasikan dalam bentuk seminar oleh Prof Chen pada acara seminar tersebut.

Hasil seminar ini diharapkan bisa memberikan inspirasi bagi Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Pemerintah di DIY dan Jawa Tengah tentang pengendalian TB dan DF. Disisi lain, seminar ini diharapkan bisa menjadi sumber pengetahuan bagi dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan UAA, Yogyakarta yang juga turut serta dalam seminar tersebut.