Universitas Alma Ata Menggelar Kuliah Umum dengan pemateri Prof. Mirjam Maria Van Weissenbruch, MD., Ph. D

Universitas Alma Ata Menggelar Kuliah Umum dengan pemateri Prof. Mirjam Maria Van Weissenbruch, MD., Ph. D

Yogyakarta, 10 November 2017. Universitas Alma Ata mendapatkan pelajaran berharga dengan menghadirkan Prof. Mirjam Maria Van Weissenbruch, MD., Ph. D dari VU University, Amterdam, Belanda. Prof Weissenbruch adalah pakar kesehatan kelas dunia yang memiliki banyak spesialisasi diantaranya bidang clinical pharmacologi, epidemiologi, endokrinologi, pediatric dan neonatologi. Prof Weissenbruch juga memiliki sejarah panjang dibidang clinical experience, begitu juga dalam hal penelitian.

Dilaksanakan di Ruang Theatre Universitas Alma Ata Yogyakarta,  kuliah umum bersama Prof. Weissenbruch dibuka oleh Rektor Alma Ata, Prof. Dr. Hamam Hadi, MS., Sc.D., Sp.GK dengan paparan data surveillance dari daerah sedayu bantul yang merupakan daerah Lahan Binaan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas  Alma Yogyakarta. Disapaikan dalam paparan data surveillance tersebut bahwa angka kelahiran bayi premature di kecamatan sedayu cukup tinggi jika dibandingkan dengan kecamatan-keacamatan lain di Kabupaten Bantul. Selain itu, disampaikan juga bahwa Indonesia merupakan negara dengan angka kelahiran bayi premature tertinggi kelima di Dunia setelah negar-negara seperti India dan China. Hal ini, menurut Rektor adalah letak dimana study terhadap konsekuensi metabolis pada bayi lahir premature yang dilakukan oleh Prof. Weissenbruch terkonsentrasi. Lebih lanjut, Rektor menyampaikan apresiasi atas kebersediaan Prof. Weissenbruch untuk berbagi pengetauan mengenai penanganan bayi lahir premature secara lebih mendetail.

Pada kesempatan kuliah umum kali ini, Prof Weissenbruch memaparkan tentang penelitian terbarunya mengenai metabolic consequence of being born preterm atau konsekuensi metabolis pada bayi yang terlahir premature. Dalam penelitiannya, Prof Weissenbruch menyebutkan bahwa ada banyak konsekuensi bayi yang terlahir Premature, salah satunya adakah konsekuensi metalobis. Menurut penelitiannya, bayi yang terlahir premature benar-benar membutuhkan penanganan khusus yang komprehensif, mulai dari pemberian porsi makan sampai dengan waktu yang paling tepat untuk memberikan porsi tertentu yang selama ini dianggap bisa sedini mungkin diberikan kepada bayi premature guna segera meningkatkan atau mengejar deficit berat bada dan panjang tubuhnya ketika lahir. Sementara itu, menurut Prof. Weissenbruch, terlalu dini memberikan porsi makan yang berlebihan dapat menimbulkan obesitas dan bahaya lainnya yang dapat merenggut nyawa si bayi.

Paparan hasil penelitian Prof. Weissenbruch kemudaian diikuti sesi tanya jawab yang sangat menarik, hal ini dapat dilihat dari jumlah penanya yang sangat banyak sehingga tidak kesemuannya mendapatkan kesempatan untuk bisa bertanya. Acara kuliah bersama visiting lecture, Prof . Mirjam Maria Van Weissenbruch, MD., Ph. D dari VU University, Amterdam, Belanda kemudian ditutup tepat setalah acara berlangsung selama dua setengah jam oleh Moderator, Prof dr Madarina Julia, MPH., Ph.D., Sp.A (K) dari Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada.

Ditulis oleh: Cahaya Kusuma