Universitas Alma Ata Mengembangkan VIRUS

Universitas Alma Ata Mengembangkan VIRUS

Akhir-akhir ini marak memperbicangkan tentang virus, semenjak diadakannya siaran pers di bulan Mei (SIARAN PERS NO. 55/HM/KOMINFO/05/2017) dari Kementrian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia tentang serangan malware Ransomware Wannacrypt yang berpotensi meluas di Indonesia. Virus tersebut terindikasi telah menyerang Rumah Sakit di Ibu Kota Jakarta, sehingga kegiatan pelayanan publik di rumah sakit tersebut menjadi kacau. Dikhawatirkan akan menyebar luas ke beberapa instansi-instansi lain yang terkoneksi dengan internet, maka Kementerian Kominfo berupaya melakukan penangkalan dan penanganan mengatasi serangan malware dengan mengadakan siaran pers untuk menghimbau untuk segera melakukan tindakan pencegahan terhadap ancaman malware khususnya ransomware jenis wannacry.

Selain serangan malware Ransomware Wannacrypt, kita dikejutkan lagi dengan siaran pers bulan Juni oleh Kementrian Kominfo tentang serangan malware ransomware Petya walaupun belum terdeteksi serangan masuk ke Indonesia. Apa sih virus di komputer (trojan, worm, spyware, malware, rootkit, backdoor, rogue, dan lain-lain)? Mengapa di komputer bisa terjangkit virus? Sebenarnya siapa yang memulai membuat virus? Dan masih beberapa pertanyaan yang sering terucap. Seperti virus yang menyerang manusia, virus pada komputer dapat menyebar secara otomatis.


Asal pembuatan virus diawali pada tahun 1960, para programer di laboratorium AT&T Bell membuat sebuah program permainan yang dapat memperbanyak dirinya dan menghancurkan semua program buatan lawannya. Program yang dapat bertahan dan juga menghancurkan semua program lain, maka akan dianggap sebagai pemenangnya. Permainan ini menjadi jenis game yang favorit di setiap laboratorium komputer. Akan tetapi, semakin lama program ini semakin berbahaya karena dapat menghapus program yang tidak saja terlibat dalam permainan tersebut, akan tetapi juga pada program lain yang berguna. Sebenarnya virus termasuk sebuah program/software, namun virus diciptakan untuk hal-hal yang berdampak merugikan.

Jika terinfeksi virus, program tersebut (virus) akan berjalan di balik layar secara aktif untuk memindai file yang akan dirusak baik berupa program lain atau file dokumen. Virus komputer tidak dapat secara langsung merusak perangkat keras komputer tetapi dapat mengakibatkan kerusakan dengan cara memuat program yang memaksa over process ke perangkat tertentu. Efek negatif virus komputer adalah memperbanyak dirinya sendiri, yang membuat sumber daya pada komputer (seperti penggunaan memori) menjadi berkurang secara signifikan. Jika mengerti apa saja program yang berjalan di komputer kita dan dapat melihat prosesnya melalui task manager, kita dapat menghentikan proses virus dari task manager.

Pencegahan yang sering disarankan adalah memasang sistem imun seperti manusia yakni memasang antivirus dan selalu memperbarui daftar pustaka virus. Banyak perusahaan pengembang membuat antivirus adaya berbayar dan ada yang gratis.

Di Universitas Alma Ata sedang mengembangkan VIRUS (Value Information can be Reused when Under System – Nilai informasi dapat digunakan kembali saat berada dalam sistem. Univeritas Alma Ata memiliki program studi Ilmu Sistem Informasi mengembangkan sebuah sistem yang dapat menghasilkan informasi dan tidak hanya sampai di situ saja prodi SI menganalisa dari data-data yang menghasilkan informasi untuk menemukan pola informasi yang dapat bermanfaat di masa depan. Prodi Si mempunyai konsentrasi di bidang Sistem Informasi Strategis dan Inteligensi Bisnis, menghasilkan profil lulusan sebagai Business Process Analyst, Database Analyst, E-Business Analyst dan Data Analyst.

1,725 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini