Seminar Gizi Universitas Alma Ata ”Isu Gizi Terkini dan Program Nasional
Penanggulangan Masalah Gizi Ganda

Seminar Gizi Universitas Alma Ata ”Isu Gizi Terkini dan Program Nasional Penanggulangan Masalah Gizi Ganda”

Dalam 30 tahun terakhir terjadi perubahan pola penyakit terkait dengan perilaku manusia, dari Penyakit Menular menjadi Penyakit Tidak Menular (PTM). Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2013, prevalensi PTM lebih tinggi pada penduduk miskin. Tanpa intervensi yang berarti, beban pengeluaran kesehatan di Indonesia diproyeksi dapat terus meningkat.

Dengan menghadirkan Bapak Ir. Doddy Izwardy, MA (Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes RI), Ibu Ninik Sukotjo (UNICEF Indonesia) dan Bapak Prof. Hamam Hadi, M.S., Sc.D., Sp.GK (Rektor Universitas Alma Ata) sebagai pembicara, Prodi S1 Ilmu Gizi Universitas Alma Ata menyelenggarakan seminar gizi dengan tema ”Isu Gizi Terkini dan Program Nasional Penanggulangan Masalah Gizi Ganda”.

Kekurangan gizi kronis terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah anak lahir tetapi stunting baru nampak setelah anak berusia 2 tahun. Stunting bisa dicegah dengan memastikan kesehatan yang baik dan gizi yang cukup pada periode 1000 hari pertama kehidupan. Bapak Ir. Doddy Izwardy, MA memaparkan pentingnya dukungan oleh semua pihak guna mewujudkan Program Peningkatan Kesehatan dan Gizi, antara lain dengan pelaksanaan pelatihan tenaga kesehatan, pemberdayaan masyarakat, pemberian suplemen gizi mikro untuk ibu dan balita, memfasilitasi keluarga untuk memiliki dan menggunakan jamban sehat serta mengonsumsi air minum yang aman, serta upaya perubahan perilaku dan advokasi terhadap berbagai pemangku kepentingan.

Dalam upaya peningkatan perbaikan gizi di Indonesia, UNICEF berfokus pada kemampuan konseling dari kader sebagai ujung tombak di masyarakat dengan supervise dari konselor di Puskesmas/Polindes. Dengan mengadaptasi Paket Global Konseling PMBA, dilaksanakan integrasi pemantauan pertumbuhan dengan program sanitasi, layanan kesehatan dan gizi. Ibu Ninik Sukotjo menjelaskan beberapa program yang telah dijalankan UNICEF, antara lain Kafe-baby (Klaten, Jawa Tengah), Linking IYCF counselling (Jayawijaya, Papua), dan ASI Poi (Pusat konseling 24 jam di Sikka, NTT).

Pada kesempatan ini, dilaksanakan pula diskusi antara Rektor Universitas Alma Ata Bapak Prof. Hamam Hadi, M.S., Sc.D., Sp.GK dan dosen Program Studi S1 Ilmu Gizi bersama Bapak Ir. Doddy Izwardy,MA dan Ibu Ninik Sukotjo tentang pengembangan program Inter-professional Education (IPE) antarprodi dalam Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan UAA guna menanggulangi masalah gizi dan kesehatan sejak usia dini di wilayah Kabupaten Bantul, DIY.

19,315 kali dilihat, 65 kali dilihat hari ini