Seminar Dan Diskusi Strategi Pengembangan Industri Perbankan Syariah Di Indonesia

Seminar Dan Diskusi Strategi Pengembangan Industri Perbankan Syariah Di Indonesia

gambar alma ataDi Indonesia, peran sektor perbankan khususnya perbankan syariah dalam perekonomian negara cukup signifikan. Dengan penduduk muslim yang cukup besar hampir mencapai 80 % dari total penduduk di Indonesia. Dengan posisi tersebut, Indonesia mengalami perkembangan perbankan syariah yang cukup baik, akselerasi pertumbuhan perbankan syari’ah cukup tinggi, dibandingkan perbankan konvensional, yaitu 4,0%, jika trend pertumbuhan perbankan syari’ah ini terus bertahan, maka diperkirakan porsi pertumbuhan ini akan terus meningkat antara 15 % – 20 % dalam kurun waktu 10 tahun kedepan. (Halim Alamsyah, Deputi Gubernur Bank Indonesia,2012). Selain itu Industri ini terus berkembang, bahkan menurut penilaian Global financial report (GFR) tahun 2011, Indonesia menduduki peringkat ke empat, negara yang memiliki potensi dan lingkungan kondusif untuk perkembangan industri Perbankan Syari’ah setelah Iran, Malaysia, dan Arab Saudi.

Sementara itu kedepan, perbankan syariah menghadapi tantangan yang tidak mudah, yaitu era global dan MEA, tantangan tersebut memerlukan strategi untuk menghadapi, sehingga industry perbankan syariah Indonesia semakin baik dan mampu memenangkan persaingan. Memperhatikan hal tersebut, Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Alma Ata, menyelenggarkan seminar dengan tema “Strategi Pengembangan Industri Perbankan Syariah Di Indonesia”. Hadir sebagai nara sumber Bapak Muhamad Doni Priyangga SE, kepala cabang Bank Bukopin Yogyakarta, Ibu Esti Kasubdit IKNB PM EPK, kantor OJK perwakilan Yogyakarta, dan Ibu Vivit Yuniastuti, MBA, Dosen prodi Perbankan Syariah. Secara umum terdapat beberapa strategi dan kebijakan yang perlu dilakukan oleh lembaga perbankan, untuk mendorong laju perkembangan industry perbankan syariah di Indonesia. Beberapa strategi tersebut diantaranya, pengembangan produk, pemasaran, dan peningkatan kualitas SDM. Bank Bukopin Yogyakarta telah melakukan hal tersebut, diantaranya berbagai produk telah diciptakan untuk mempermudah dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan modal dan pembiayaan usahanya. Selain itu OJK sebagai pengawas dan regulasi, juga telah mempersiapkan bebagai regulasi yang mengatur dan mendorong perkembangan perbankan syariah. Baik untuk mendukung perkembangan produk, peningkatan kualitas SDM perbankan syariah, dan edukasi kepada masyarakat berkaitan dengan lembaga keuangan syariah, baik bank maupun non bank. Regulasi tersebut dapat berperan sebagai akselerasi pengenalan produk ke masyarakat. Sedangkan peningkatan kualitas SDM sebagai faktor pengungkit dalam menggerakan perbankan, yang pada akhirnya akan berkontribusi terhadap meningkatnya kapasitas dan kualitas lembaga perbankan syariah di Indonesia. Sedangkan Ibu Vivit Yuniastuti, MBA, memaparkan berbagai strategi yang dapat dijalankan baik oleh bank syariah maupun dari pemerintah, dan dua sektor ini dapat berkolaborasi untuk menghasilkan kebijakan yang mendukung perkembangan perbankan syariah dalam menghadapi persaingan.

3,845 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

1
Silahkan berkirim pesan kepada kami

Saluran ini khusus untuk informasi PMB, Untuk informasi selain PMB silahkan menghubungi Customer Service kami di nomer telepon.
0274-434-22-88
atau silahkan mengakses laman
https://almaata.ac.id/customer-service/
Terimakasih.
Powered by