Pentingnya Pengaturan Pola Makan dalam Pengendalian Kadar Gula Darah

Pentingnya Pengaturan Pola Makan dalam Pengendalian Kadar Gula Darah

Setiap tahunnya lebih dari 36 juta orang meninggal karena Penyakit Tidak Menular (PTM). Lebih dari 9 juta kematian yang disebabkan oleh penyakit tidak menular terjadi sebelum usia 60 tahun, dan 90% dari kematian “dini” tersebut terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah (Depkes, 2014).

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit atau gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat gangguan fungsi insulin. Hasil Riset Kesehatan Dasar menunjukkan terjadi peningkatan prevalensi Diabetes di Indonesia dari 5,7%  tahun 2007 menjadi 6,9%  atau sekitar  sekitar 9,1 juta pada tahun 2013. Diabetes saat ini merupakan penyebab kematian ketiga terbesar di Indonesia, setelah stroke dan penyakit jantung koroner.

Meskipun tidak dapat disembuhkan, diabetes dapat dikontrol. Pasien diabetes hendaknya tetap mempertahankan kadar gula darah dalam nilai normal sehingga tidak menyebabkan komplikasi, dengan demikian diharapkan pasien dapat hidup normal tanpa muncul gejala diabetes yang mengganggu. Salah satu upaya pengendalian kadar gula darah adalah dengan mengendalikan faktor risiko yang dapat diubah antara lain pola makan, tingginya kadar lipid,kebiasaan merokok, riwayat obesitas, riwayat DM, kurangnya aktifitas, stress, dan riwayat hipertensi.

Terkait hal ini Prodi Gizi Universitas Alma Ata berkesempatan menghadiri undangan dalam talkshow “Gangguan Mata karena Diabetes dan Pola Asupan Nutrisi”, yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran UGM pada hari Rabu (12/7). Ahli Gizi Kesehatan FK UGM, Perdana S.T. Suyoto, M.Sc. menyebutkan pentingnya menjaga pola asupan dengan jumlah, jenis, dan jadwal yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. “Untuk jadwal makan sebaiknya dilakukan bertahap sehari 6 kali terdiri dari 3 makan utama dan 3 makan selingan diantaranya,” jelasnya.

Demikian halnya dalam pemilihan jenis makanan hendaknya menghindari makanan yang banyak mengandung gula. Disarankan untuk mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah, seperti kacang-kacangan, ubi, pir, susu kedelai, singkong, anggur, manga, dan kiwi. Indeks glikemik menunjukkan ukuran seberapa cepat suatu bahan makanan dapat menaikkan kadar glukosa darah seseorang. Angka indeks glikemiknya diklasifikasikan menjadi 3 kategori yaitu indeks glikemik rendah (<55), indeks glikemik sedang (55-70), dan indeks glikemik tinggi (>70). Adapun perbandingan nilai indeks glikemik berbagai jenis nasi yang dapat dijadikan referensi bagi pasien diabetes yaitu nasi beras putih (64), nasi beras merah (59), nasi beras coklat (55), nasi beras hitam (42,3).

Selain itu, juga dianjurkan pula untuk untuk mengolah makanan dengan metode yang baik, antara lain memasak dengan slow cooker, pengolahan dengan cara mengukus atau rebus, dan marinasi makanan dalam saus asam atau berbasis citrus.

33,086 kali dilihat, 77 kali dilihat hari ini