Mahasiswa Program Profesi Ners Berinisiatif Membentuk Bank Sampah, Pemeriksaan dan Konsultasi
Kesehatan Berbayar Sampah

Mahasiswa Program Profesi Ners Berinisiatif Membentuk Bank Sampah, Pemeriksaan dan Konsultasi Kesehatan Berbayar Sampah

nersKalakan merupakan salah satu dusun di daerah Argorejo Sedayu Bantul, dusun ini memiliki masalah klasik yang terjadi pada setiap dusun, beberapa diantaranya yaitu pengelolan sampah, dan Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, asam urat, dll. Hal ini merupakan tantangan menarik bagi mahasiswa Program Profesi Ners kelompok E yang beranggotakan 8 orang yaitu Suwati, Bayu, Rudiayanto, Gita Kania S.H.P, Nia Antala, Nur Widayatun, Muhammad Agung K., dan Rina S.

ners-4Berdasarkan Hasil Musyawarah Mufakat Desa yang dilakukan oleh Mahasiswa Profesi ners bersama Perwakilan Masyarakat, Perwakilan puskesmas Sedayu 2 dan Program Studi Ners Universitas Alma Ata, kemudian di susun salah satu program unggulannya yaitu program “Bank Sampah, Pemeriksaan dan Konsultasi Kesehatan Berbayar Sampah”. Seperti pepatah sekali dayung, dua tiga pulau terlampau, begitulah gambaran kegiatan ini dapat berlangsung. Bagaimana tidak?, dua masalah yang timbul (Pengelolaan Sampah dan PTM) dapat diatasi dengan sekaligus yaitu dengan adanya bank sampah untuk pengelolaan sampah yang benar dan screening untuk pencegahan PTM serta konsultasi pencegahannya. Dalam hal ini, para mahasiswa kreatif ini mampu bekerja sama dengan Bank Sampah Gemah Ripah Bantul untuk pencairan dana yang kemudian akan digunakan kembali untuk modal alat kesehatan dalam pemeriksaan kesehatan selanjutnya. Bukan Hanya itu, antusias pemuda dan kader (ibu Maryani) Purwomarto Kalakan dalam ikut serta menjadi pionir pengembangan program ini mempermudah proses pelaksanaan yang telah direncanakan.

Program ini juga mendapatkan penghargaan besar dari Kepala Desa Argorejo yaitu bapak Ngadimin, beliau mengatakan “ini merupakan program pertama di daerah Istimewa Yogyakarta, bukan hanya itu, program ini juga akan saya bawa kerapat daerah dalam mengatasi masalah kesehatan dan kesadaran lingkungan yang khususnya sangat sulit dijangkau oleh masyarakat menengah kebawah, semoga apa yang telah dilakukan oleh mahasiswa ini dapat menjadi contoh untuk beberapa dusun, bahkan daerah lainnya” tampak senyum dan rasa puas oleh bapak yang ramah ini saat berada di ruang kantor Balai Desa Argorejo.

30,481 kali dilihat, 61 kali dilihat hari ini