Disiplin Ilmu Sistem Informasi

 

 

 

DISIPLIN ILMU SISTEM INFORMASI

Dalam rumusan kerangka kurikulum yang diajukan oleh APTIKOM untuk rumpun Ilmu Komputer menerangkan bahwa SISTEM INFORMASI (Information System) menekankan pada kemampuan individu dalam merancang, mengembangkan, dan menerapkan sistem informasi organisasi sebagai aset utama organisasi. Cakupan disiplin ilmu sistem informasi antara lain:

  1. Fokus pada teknik mengintegrasikan solusi teknologi informasi dengan proses bisnis agar kebutuhan organisasi akan informasi dapat terpenuhi.
  2. Menekankan pada informasi sebagai sebuah sumber daya penting dalam berproduksi, terutama dalam kaitan kebutuhan korporasi dalam pencapaian visi dan misi yang dicanangkan.
  3. Mempelajari aspek penting bagaimana informasi diciptakan, diproses, dan didistribusikan ke seluruh pemangku-kepentingan dalam institusi.
  4. Kurikulum ditekankan pada bagaimana memastikan agar teknologi dan sistem informasi yang dimiliki selaras dengan strategi bisnis perusahaan, agar dapat tercipta keunggulan kompetitif dalam bersaing (the value of information technology to the business).

 

Chapter President Asosiasi Sistem Informasi Indonesia (AISINDO), Tony D. Susanto, Ph.D., IT-IL, menjelasan bahwa Sistem Informasi baru popular sebagai sebuah disiplin ilmu dan sebagai alat/teknologi pengelola informasi, Sistem Informasi belum popular sebagai sebuah profesi.

”Perkembangan terkini telah mendukung Sistem Informasi sebagai sebuah profesi, salah satunya adalah terbentuknya organisasi terkemuka dunia yang menaungi Sistem Informasi baik sebagai sebuah disiplin ilmu maupun sebagai sebuah profesi, yakni: Association for Information Systems (AIS) dan di Indonesia sejak tahun 2013 telah berdiri AIS-Indonesia chapter (AISINDO)” lanjut Tony. Cakupan disiplin ilmu Sistem Informasi sangat luas dan telah dijabarkan menjadi kompetensi dan profesi yang lebih spesifik.

Di lain tempat Director of Education Committee Association for Information System Indonesia (AISINDO), Samiaji Sarosa, Ph.D menjelaskan bahwa Sistem Informasi sebagai disiplin ilmu yang mempunya fungsi sebagai jembatan, dimana menjembatani sisi teknik (Informatika, Telekomunikasi, Ilmu komputer, dan lain-lain) dan non teknis (Bisnis, Politik organisasi, Sosiologi, dan lain-lain). Samiaji menganalogikan sistem informasi seperti jembatan Sydney Harbour. Jembatan Sydney Harbour adalah jalur utama untuk menyeberangi Pelabuhan Sydney (Sydney Harbour) yang menghubungkan distrik pusat bisnis Sydney (Sydney CBD) di sebelah selatan dengan wilayah utara Sydney (North Sydney).

Sydney CBD berisi banyak pencakar langit tertinggi Australia dan menjadi rumah bagi sejumlah perusahaan terbesar Australia, juga berperan sebagai kantor Asia-Pasifik bagi banyak perusahaan internasional. Industri pelayanan keuangan menempati banyak lapangan pekerjaan yang tersedia, dengan perusahaan seperti Commonwealth Bank of Australia, Citibank, Deutsche Bank, Macquarie Bank, AMP Limited, Insurance Australia Group, AON, Marsh, Allianz, HSBC, AXA dan ABN Amro kesemuanya memiliki kantor di Sydney. Sehingga Sydney CBD menjadi pusat perdagangan utama Sydney atau simbol bisnis. Sedang North Sydney terletak 3 kilometer di utara Sydney CBD, dengan sebagian besar dari perusahaan/industri periklanan dan teknologi informasi. Perusahaan yang kantornya berada di North Sydney adalah Cisco Systems, Novell, Sun Microsystems, AGL, AAMI. Dan keseluruhan perusahan teknologi Informasi menjadi simbol dari unsur teknis.

 

Dalam organisasi dengan ukuran kecil, menengah maupun besar, terdapat fungsi dalam struktur organisasi tersebut yang bertanggung jawab atas teknologi, aktivitas dan personil untuk mendukung sistem kerja organisasi yang berkemampuan teknologi informasi dan komunikasi. Ada disiplin akademis yang mengajarkan mereka yang membangun, memperoleh, mengoperasikan, memelihara dan menggunakan sistem.

Ada dua kekuatan fundamental yang mendorong terbentuknya fungsi organisasi dan teknologi baru dalam sebuah organisasi. Salah satunya adalah tersedianya teknologi informasi dan komunikasi yang kuat. Yang lainnya adalah keinginan organisasi untuk menggunakan kemampuan teknologi informasi dan komunikasi dalam pekerjaan organisasi.

1,321 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini