Direktorat Aswaja Center Universitas Alma Ata Gelar Bedah Buku “Catatan Seorang Santri”

Direktorat Aswaja Center Universitas Alma Ata Gelar Bedah Buku “Catatan Seorang Santri”

Sebagai wujud membumikan Islam yang rohmah ke seluruh penjuru dunia, Direktorat Aswaja Center melakukan launching dan bedah buku karya KH Hendri Sutopo yang berjudul Catatan Seorang Santri. Acara bedah buku tersebut dilaksanakan pada Rabu, 11 Juli 2018 bertempat di Hall Ali Maksum Universitas Alma Ata.Acara tersebut dihadiri oleh KH. Henry Sutopo selaku penulis dan seluruh sivitas akademika Universitas Alma Ata. Usai sholat Ashar berjamaah, Acara dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan do’a tahlil. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan serah terima buku “Catatan Seorang Santri” oleh KH. Henry Sutopo Kepada Rektor Universitas Alma Ata yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Rektor I Siti Nurunniyah. usai serah terima buku. Acara dilanjutkan dengan sesi bincang-bincang seputar isi buku dan berbagai hal terkait proses penulisannya.

Dalam Acara tersebut, KH Hendri Sutopo mengawali kisahnya dalam penulisan buku tersebut yang diketik menggunakan HP selama kurang lebih 4 bulan. Buku tersebut merupakan kisah nyata dan inspiratif yang pernah beliau alami selama hidupnya. Dalam kisah kisah tersebut KH Hendri Sutopo memasukkan nilai-nilai Islam yang sarat akan makna dan hikmah. Sehingga secara tidak sadar pembaca akan memahami bagaimana menjalankan Islam yang rohmah dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelumnya buku ini telah dibedah dibeberapa tempat dan mendapat apresiasi dari masyarakat, mulai dari kalangan akademisi, pesantren, pemerintah, bahakan dari kalangan non muslim. Buku ini sangat cocok untuk dibaca oleh semua pihak untuk lebih mengenal Islam yang rohmah. Banyak kalangan non muslim yang tertarik membeli buku ini dikarenakan dua kisah buku ini yang berjudul “Darah Romo Pastur Mengalir Di tubuh Anakku” dan “Menyelam di Kolam Comberan”. Dalam  dua kisah ini, beliau menjelaskan bahwa dalam hal kemanusiaan, kita tidak boleh melihat agama seseorang.

Prof. dr. H. Hamam Hadi, M.S., Sc.D., Sp.G.K. dalam pengantar buku ini sangat mengapresiasi terbinya karya pertama KH Hendri Sutopo. Beliau menjelaskan bahwa buku ini merupakan experesi tanggapan seorang Kyai terhadap lingkungan dan perkembangan dinamika sosial kemasyarakatan yang menyelimuti kehidupan sang penulis sejak menjadi santri Al Marhum, Al Maghfurlah KH. Ali Maksum di Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta sampai menjadi Kyai dengan jam terbang tinggi di abad digital meladeni hampir seluruh lapisan masyarakat.

17,818 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini